DPRD Soroti Kasus Guru Cabul

  • Whatsapp

Rio Setiady: Ini Kejadian Luar Biasa

PANGKALPINANG – DPRD Kota Pangkalpinang menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswa oleh gurunya di salah satu sekolah swasta di Pangkalpinang yang terjadi pada akhir 2016 lalu.
Kasus pelecehan siswa tersebut kini mulai disidangkan di Pengadilan Negri Pangkalpinang. Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady meminta agar Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan Pangkalpinang mengambil langkah tegas terhadap kasus itu agar tidak terulang kejadian serupa.
“Kasus pelecehan siswa di salah satu sekolah di Pangkalpinang mulai disidangkan di Pengadilan Negeri. Kami minta agar kasus ini dikawal dan ada langkah tegas dari Pemerintah melalui dinas terkait,”kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Minggu (2/4/2017).
Untuk proses hukum, lanjut Rio pihaknya percaya terhadap aparat penegak hukum. Semoga tidak mengabaikan rasa keadilan bagi masyarakat. Menurutnya tak sepatutnya seorang guru melakukan hal memalukan kepada anak didiknya.
Sebagai wakil rakyat yang memiliki fungsi pengawasan maka pihaknya di legislatif berkewajiban mendorong dinas pendidikan dan dinas urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak untuk mengawal kasus ini.
“Apakah Pemerintah Kota sudah melakukan pendampingan selama persidangan, mengingat seluruh korban adalah anak- anak di bawah umur atau masih duduk di bangku SD,”ucapnya.
Khusus untuk Dinas Pendidikan, Wakil Ketua Komisi 3 ini berharap ada evaluasi terhadap ijin operasional dan kegiatan KBM di sekolah tersebut.
Karena pelaku perbuatan asusila adalah pengurus yayasan sekaligus pengajaran di sekolah itu, dan menurut pengakuan salah satu wali murid, hal tersebut, dilakukan pada jam ketika KBM berlangsung.
“Ini tamparan yang sangat keras bagi dunia pendidikan di pangkalpinang. Dengan jargon menuju kota layak anak seharusnya pemkot dapat mengambil langkah luar biasa untuk kasus yang juga luar biasa ini,” ungkapnya
Soal kasus ini, lanjut Rio pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua KPAD Babel, Sapta Qodria, yang juga siap bekerja sama dalam mendampingi korban selama menjalani persidangan.
“Kami mengimbau kepada pihak sekolah SD bersangkutan agar dapat koperatif terkait info permasalahan Kasus tersebut. Ini juga sekaligus warning bagi sekolah negeri ataupun swasta agar selektif dalam merekrut tenaga pengajar di sekolah karena jika terjadi hal yang tidak diinginkan maka nama baik sekolah akan menjadi taruhannya. Kami berharap ini, adalah kasus terakhir yang terjadi di kota Pangkalpinang dan Babel, cukuplah jangan ada lagi korban lainnya,” tegas Rio. (bum/6)

Related posts