DPRD Pangkalpinang Ikut ‘Marah’

  • Whatsapp

OPD tak Ikut Buka Stand di SAIK 2019
Dukung Walikota Ambil Langkah Tegas

PANGKALPINANG – Kekecewaan dan kemarahan Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil atas absennya Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dalam perhelatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2019 di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, tempo hari, turut dirasakan DPRD Pangkalpinang.

Kemarahan Walikota atas hal itu menurut Anggota DPRD Pangkalpinang, Rio Setiady adalah hal yang sangat wajar. DPRD pun kata dia menyayangkan hal seperti itu bisa terjadi.

“Kami di DPRD Kota Pangkalpinang juga menyayangkan hal tersebut, mengapa sebagai Ibukota Provinsi, Pangkalpinang tidak membuka stand pada kegiatan itu,” ujarnya.

Politikus PKS ini mengatakan, seharusnya sebagai tuan rumah diselenggarakannya kegiatan, Pangkalpinang dapat mengambil peran.

“Padahal Pangkalpinang ini gerbangnya Bangka Belitung. Seharusnya OPD terkait sigap dalam melaksanakan tupoksinya menjadikan Pangkalpinang sebagai city on the hill,” tegasnya.

Karena itu, Rio menekankan kepada Walikota agar mengambil langkah tegas. OPD pun harus segera berbenah, jangan lagi ada lempar tugas dan lepas tanggung jawab.

“Saya kira momentum seperti Coffee Morning dapat menjadi ajang untuk konsolidasi dan koordinasi. Hal seperti itu tidak pantas terjadi. Harus dibenahi,” ucapnya.

Rio menyatakan kinerja OPD seperti itu akan menghambat kepala daerah dalam menyelesaikan visi misi kepemimpinannya.

“Maka kami mengimbau kepada OPD agar dapat menjadikan pelajaran ketidakhadiran Pangkalpinang pada event kemarin. Absennya Pangkalpinang tentu tidak menguntungkan bagi citra positif Kota di event skala nasional,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengaku kesal dan kecewa lantaran absennya Pemkot Pangkalpinang dalam perhelatan SAIK 2019.

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Provinsi Bangka Belitung pada 23-25 Oktober 2019 lalu dengan diikuti oleh beberapa peserta dari berbagai daerah se-Indonesia, harusnya diikuti pula dari Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Sayangnya tidak ada perwakilan atau stand Kota Pangkalpinang, sehingga membuat masyarakat Ibukota bertanya-tanya. Padahal kegiatan itu diselenggarakan di Pusat Kota Pangkalpinang

Karena alasan itulah Walikota berang. Kemarahannya pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait kegiatan itu, membuat Walikota harus meminta maaf kepada masyarakat Pangkalpinang.

“Mewakili Pemerintah Kota Pangkalpinang, sampaikan permintaan maaf. Ini jadi introspeksi kami terhadap dinas terkait. Karena ini merupakan ketidakseriusan atau ketidakmauan dari dinas terkait karena memberi nama Pangkalpinang menjadi jelek,” katanya dengan nada marah saat dihubungi wartawan, Sabtu (26/10/2019).

Dia menilai dua OPD terkait yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Bagian Humas dan Protokol Setda Pangkalpinang harus memberikan penjelasan yang logis terhadap ‘Bolosnya’ Pemkot pada kegiatan itu.

Permasalahan bukan pada siapa yang salah atau salah OPD mana namun tanggungjawab sebagai Penyelenggara Pemerintah.

“Ini bukan salah siapa, tapi secara Pangkalpinang nya ini memang tanggung jawab saya sebagai kepala daerah, tapi secara internal agar nanti bisa mengintospeksi diri sebagai dinas untuk tidak melakukan hal seperti kejadian ini,” tegasnya.

Pria yang biasa disapa Molen ini pun secara lantang mengaku akan mengambil langkah tegas. Hal itu membuat dirinya sebagai orang nomor satu di Pangkalpinang merasa malu.

“Jelas saya akan panggil karena marah, kecewa dan malu, apalagi ini kegiatan nasional. Ini membuat nama Pangkalpinang menjadi tercoreng sebagai tuan rumah, biasanyakan Pangkalpinang selalu ikut serta kegiatan apapun,” tandasnya.

“Secara internal ini akan saya panggil dan evaluasi dan akan kita berikan sanksi yang tegas. Ini janji saya,” imbuhnya. (bum/1)

Related posts