by

DPRD Gelar Paripurna Hari Jadi Kota Pangkalpinang

-Moment-189 views

PANGKALPINANG – DPRD Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi ke-261 Kota Pangkalpinang di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (17/9/2018).

Sebelum rapat dimulai Plt Walikota Muhammad Sopian, Gubernur Babel diwakili Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Babel M Haris, Perwakilan Kapolda Babel, para pejabat Forkopimda, pejabat Eselon II, III, camat dan lurah serta undangan lainnya disambut dengan Tari Sambut Pinang Sebelas dan Grup Dambus Perahu Pinang Semabung.

Dalam rapat kali ini saat pembukaan dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli atau 3 Stanza, lagu Mars dan Hymne Kota Pangkalpinang. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari didampingi Wakil Ketua Depati Gandhi dan Wakil Ketua Abang Hertza.

Achmad Subari mengatakan atas nama pimpinan DPRD Kota Pangkalpinangmengucapkan terima kasih atas kehadiran mengikuti kegiatan ini. “Rapat paripurna istimewa DPRD Kota Pangkalpinang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 261 Kota Pangkalpinang saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” kata Subari saat membuka rapat.

Ditambahkannya, pada 17 September 2018 kembali diperingati sebagai hari bersejarah bagi masyarakat yakni Hari Jadi Kota Pangkalpinang. “Momentum hari jadi ini sebagai pengikat sosial budaya masyarakat Kota Pangkalpinang dalam bingkai Negara Kesatuan RI,” ujarnya.

Menurut Subari, penetapan Hari Jadi Kota Pangkalpinang tanggal 17 September 1757 dilakukan berdasarkan kajian sejarah melalui pendekatan sosial historis, yaitu lahirnya kebudayaan dan peradaban dari satu komunitas yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Pangkalpinang.

“Komunitas tersebut kemudian mendorong pesatnya pertumbuhan fisik dan nonfisik di Pangkalpinang, jauh lebih cepat dibandingkan kota-kota lainnya yang ada di Pulau Bangka, bahkan lebih pesat dari kota-kota yang sudah lebih dulu terbentuk seperti Muntok dan Toboali,” ungkapnya.

Sementara itu Plt Walikota Pangkalpinang Muhammad Sopian mengatakan peringatan Hari Jadi ke- 261 Kota Pangkalpinang 2018 ini memiliki arti penting karena merupakan peringatan ke delapan dengan latar belakang sejarah dibentuknya pangkal-pangkal di Pulau Bangka.

“Pangkal ini sebagai tempat kedudukan Demang yang bertugas mengawasi distribusi timah sebagai penghasilan utama Kesultanan Palembang Darussalam,” kata M. Sopian saat memberikan sambutan.

Pembentukan pangkal-pangkal, lanjut dia, dilakukan atas perintah Sultan Ahmad Najamuddin I Adi Kesimpulan kepada Abang Pahang bergelar Tumenggung Dita Menggala dimulai pada tanggal 17 September 1757 atau 3 Muharram 1171 H.

“Salah satu Pangkal yang diberikan masa itu adalah Pangkalpinang yang berasal dari nama generik, Pangkal atau Pengkal dan nama spesifik, Pinang atau Pinang atau Pinkong dalam dialeg Hakka ,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pembentukan pangkal-pangkal di Pulau Bangka sangat penting dan strategis bagi Kesultanan Palembang Darussalam karena penghasilan utama Kesultanan diperoleh dari monopoli penjualan timah.

“Disamping itu diperoleh dari pajak Tiban dan Yukon, adat perdagangan serah dan monopoli penjualan atas komoditas tertentu yang dimiliki sultan,” jelasnya.(adv/bum/10)

Comment

BERITA TERBARU