DPRD Cium Kejanggalan 26 ASN Dinonjobkan

  • Whatsapp

Pertanyakan Ada Promosi Staf ke Eselon
Dewan Panggil Baperjakat

PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengundang pihak BKPSDM dan pejabat OPD lainnya guna mempertanyakan sejumlah ASN yang di nonjob beberapa waktu lalu.
“Menurut informasi yang disampaikan oleh Pak Sahirman (Kepala BKPSDM Babel) itu tinggal 15 orang. Nonjob dan mutasi itu kan hal yang biasa, merupakan wewenang pimpinan, akan tetapi persyaratan itu harus terpenuhi,” ujar Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya usai rapat Banmus di Gedung DPRD Babel, Selasa (30/6/2020).
Didit pun menilai ada kejanggalan terhadap 15 ASN yang dinonjobkan tersebut. Menurut dia, permasalahan tersebut terjadi karena adanya kesalahan prosedural.

“Pertanyaan saya, mengapa ada promosi dari staf ke eselon IV, dari eselon IV ke eselon III, mengapa yang sudah ada nggak dipakai, dibiarkan, ini ada apa. Seharusnya 15 ASN tersebut diberdayakan, tapi saya nggak tahu alasannya apa karena diserahkan ke Baperjakat, maka akan kita panggil Baperjakat apa alasannya,” jelasnya.

Baca Lainnya

Jikapun ke-15 ASN tersebut hendak dialihkan ke jabatan fungsional, dia meminta untuk cepat diproses. “Cepat-cepat diurus, artinya ini tanggung jawab pemprov untuk mengurus agar mereka cepat difungsionalkan saja,” tuturnya.
Sementara itu, Sahirman mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengajukan surat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait 15 ASN yang di nonjob tersebut.

“Supaya kawan-kawan yang terdampak dari pelantikan kemarin ada sekitar 15 orang yang mendapat jabatan struktural, kita usulkan ke jabatan fungsional,” kata Sahirman.
Sesuai kebijakan pemerintah pusat, diutarakan dia, seluruh eselon 3 dan 4, menurut Kemenpan RB, akan dialihkan ke fungsional hingga akhir 2020. Dia menyebutkan, 15 ASN yang di nonjob tersebut, terdiri dari dua orang dari eselon III, dan 13 orang dari eselon IV.

“Adanya penggabungan dari empat biro menjadi dua biro, sehingga terdampak 15 orang jabatan administrator dan pengawas, maka kita usul ke fungsional,” terangnya.
Lebih lanjut Sahirman mengaku, sebelumnya pada saat pelantikan beberapa waktu lalu, ada sekitar enam ASN yang dipromosikan sesuai dengan tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan kesesuaian dengan tempat kerja.
“Saran dari dewan, mereka akan mendalami lagi nanti akan memanggil kita lagi atau Tim Baperjakat untuk meminta klarifikasi,” tandasnya.

Diketahui, pelantikan dan pengukuhan pejabat eselon di Ruang Pasirpadi Kantor Gubernur Babel, Jumat (26/6/2020) dipimpin Wagub Babel, Abdul Fatah. Selain itu turut dilantik Kepala Biro Umum Setda Pemprov Babel, Burhanuddin dan pengukuhan pejabat tinggi pratama di lingkungan Setda Pemprov Babel.
“Pelantikan dan pengukuhan pejabat eselon ini telah diperhitungkan dan dipertimbangkan oleh tim. Menurutnya, ada 6 administrator (Eselon III) dan 20 pengawas (Eselon IV) yang belum menempati jabatan, karena ada perampingan dari sembilan biro menjadi enam biro,”katanya.

Ia berharap, pejabat yang menduduki jabatan baru ini, bisa mengemban amanah dan tugas serta bertanggungjawab.
Dalam pelantikan ini, meskipun ruangan dipenuhi oleh ASN, namun tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Para ASN menggunakan masker, pengaturan jarak meskipun tidak terlalu renggang, dan tidak ada salaman pemberian ucapan selamat.
(ron/6)

Related posts