DPRD Basel Diharap Transparan

  • Whatsapp

Dana Harus Seimbang dengan Kinerja
Hasil Kerja Disampaikan ke Publik

TOBOALI – Aktivis Masyarakat Toboali, Norman Adjis berharap DPRD Bangka Selatan (Basel) transparan menyampaikan hasil kinerja selama satu tahun terakhir. Hal ini menjadi hak masyarakat untuk tahu lantaran DPRD sebagai wakil rakyat dalam bekerjanya menggunakan uang rakyat.

Demikian dikatakan Norman Adjis, yang dulunya juga aktif di beberapa organisasi masyarakat dan kepemudaan, Senin (2/1/2017). “Kita harapkan DPRD Basel transparan dalam menggunakan uang rakyat, studi banding, bimtek, kunjungan kerja, hendaknya dipublikasikan hasilnya, sehingga masyarakat tahu apa yang dikerjakan dewan, dan berapa anggaran yang dihabiskan,” ungkapnya.

Menurut pria yang biasa Man Murai ini, dirinya mendapatkan sejumlah informasi anggaran yang digunakan DPRD Basel dalam satu tahun mencapai belasan miliyar. “Itukan uang rakyat, rakyat berhak tahu kemana saja anggaran tersebut dihabiskan, dan hasilnya apa, hasil studi banding, bimtek dan kungkernya apa. Kita jarang mendapatkan informasi kegiatan DPRD Basel, hanya beberapa saja seperti paripurna, untuk studi banding dan sebagainya kita tidak pernah tahu apa hasilnya. Dan harus diingat, untuk mewujudkan good government, salah satunya adalah transparansi,” imbuh Man Murai.

Ia menyarankan agar DPRD Basel secara rutin untuk menyampaikan hasil kegiatannya mulai dari studi banding, kungker serta kegiatan di luar daerah lainnya. “Jadi kita tahu, ini hasil dari studi banding ke luar daerah, ada hasil atas anggaran yang dihabiskan. Selama inikan terkesan tidak ada kegiatan apapun, karena tidak ada publikasinya, namun anggaran belasan miliyar tetap habis,” tegasnya.

Sementara itu, dilansir sebelumnya, anggaran Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Selatan tahun 2016 mencapai Rp 19,5 M. Nilai ini naik Rp 7,2 M pada ABPD-Perubahan yang baru disahkan pekan lalu. Pada APBD Induk 2016, Anggaran Peningkatan ini hanya Rp 12,2 M saja dan terjadi peningkatan mencapai 58,67% pada APBD Perubahan. Demikian dikatakan Kepala DPPKAD Bangka Selatan, Erwandy kepada wartawan Rabu (7/9/2016). Peningkatan Anggaran Kapasitas ini telah terjadi sejak awal tahun 2016 salah satunya yaitu Uang Harian yang masuk dalam SPPD anggota DPRD.

Tahun sebelumnya, Uang Harian DPRD Basel ini hanya senilai Rp 530 ribu perharinya. Namun berdasarkan Permendagri No 52 tahun 2015 tentang Penyusunan APBD menyebutkan penetapan SPPD DPRD diantaranya Uang Harian disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Sehingga sejak awal tahun 2016 telah disepakati SPPD Uang Harian Anggota DPRD berdasarkan Peraturan Bupati Basel tahun 2016 adalah senilai Rp 1,6 juta sedangkan Pimpinan DPRD mencapai Rp 1,9 Juta.

“Anggaran Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Basel memang terjadi peningkatan, totalnya Rp 19,5 M di APBD Perubahan naik Rp 7,2 M dari ABPD Induk Rp 12,2 M, kenaikan Uang Harian SPPD sejak awal tahun 2016, sebelumnya Rp 530 Ribu menjadi Rp 1,6 Juta Anggota dan Rp 1,9 Juta Pimpinan, acuannya Permendagri No 52 tahun 2015 dan Peraturan Kementrian Keuangan yang dituangkan dalam Perbup Basel tahun 2016, angka ini juga berlaku bagi PNS dan Honorer, Uang Harian DPRD Rp 1,6 Juta ini termasuk juga Uang Saku dan Uang Transport Lokal, sedangkan Transpor Bandara ke Hotel Rp 340 ribu PP, untuk Tiket Pesawat dan Hotel sistemnya Adcost,” jelas Erwandy.

Menurutnya, anggaran ini memang sudah diperhitungkan berdasarkan kemampuan keuangan daerah salah satunya bersumberl dari Dana Transfer serta Dana Alokasi Umum. Kenaikan SPPD ini, kata Erwandy juga berlaku di seluruh Indonesia. “Nilai ini hampir sama dengan kabupaten lainnya, karena perubahan ini berlaku di seluruh Indonesia, Anggaran tersebut digunakan untuk Tugas Pokok dan Fungsi DPRD,” pungkasnya. (raw/3).

Related posts