DPRD Basel Ajukan Hak Interpelasi

  • Whatsapp
AJUKAN INTERPELASI – Wakil Bupati Basel, Riza Herdavid, berada ditengah-tengah Ketua dan Wakil Ketua DPRD Bangka Selatan saat memberikan keterangan pers kepada awak wartawan terkait akan mengajukan Hak Interpelasi kepada Bupati Basel, Senin (16/1). (foto:raw)

Alasan Curiga Penggunaan APBD
Pertanyakan Anggaran Justiar ke LN

TOBOALI – Hubungan komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dengan lembaga DPRD setempat kian retak.
Setelah Kamis lalu beramai-ramai mendatangi Kantor Bupati Basel, kemarin Senin (16/1/2017) DPRD Basel kembali menggelar rapat internal yang salah satu pembahasannya adalah akan mengajukan Hak Interpelasi kepada Bupati Basel Justiar Noer.
Ketua DPRD Basel Sipioni menyebutkan sikap DPRD Basel lantaran Bupati Basel menunda rapat dengan DPRD Basel yang telah dijadwalkan pada kemarin pagi pukul 10.00 Wib.
“Kita sudah rapat dengan anggota DPRD, sebenarnya hari ini jadwal rapat Bupati dengan kita, tetapi mungkin ada kesibukan sehingga ditunda, memang Pak Wabup mau hadir tapi anggota DPRD mau Bupati yang hadir, mari berkomunikasi kita ingin Bangka Selatan maju dan lebih baik lagi,” kata Sipioni usai menggelar rapat.
Menurutnya, dalam surat balasan oleh Pemkab Basel, Bupati Basel menjadwalkan pertemuan di Balai Daerah pada Rabu (18/1/2017) namun anggota DPRD tidak berkenan hadir. Dalam rapat, lanjut Sipioni, sebanyak 17 anggota DPRD Basel telah menyetujui untuk melakukan Hak Interpelasi.
Sementara Wakil Ketua DRPD, Samsul Bahri menyebutkan DPRD Basel mengundang Bupati Basel untuk menanyakan kinerja selama satu tahun terakhir. “Ada hal-hal yang meresahkan, kita juga mempertanyakan keberangkatan ke luar negeri, apakah menggunakan dana Pemkab Basel atau pribadi, kalau pribadi saya tidak mau komentar, tetapi kalau pakai APBD, hasilnya harus disampaikan ke DPRD, apa yang dibicarakan di sana, jika menggunakan dana APBD paling tidak mengikutsertakan anggota DPRD agar ada keterbukaan, dan bisa sama-sama menjelaskan kepada rakyat, misalnya ada investasi, begitu juga dengan masalah OPD, ada penilaian yang kurang, apakah sudah sesuai kepatuhan dan kepangkatan, persoalan ini jadi pembicaraan luas di masyarakat,” ujar Samsul.
Samsul menjelaskan berdasarkan tata tertib DPRD syarat untuk mengajukan Hak Interpelasi sudah terpenuhi disepakati 17 anggota DPRD. “Nantinya akan dibawa ke Paripurna yang dijadwalkan pada Senin mendatang, di paripurna kelak akan disetujui atau tidak Hak Interpelasinya, keputusan akhir tetap di Paripurna apakah lanjut atau tidak, kita akan melakukan hak kita, ada hak angket ada hak menyatakan pendapat, kami sebagai pimpinan mendapat desakan anggota keras sekali,” ujar Samsul.
Terpisah, Wakil Bupati Basel Riza Herdavid dikonfirmasi mengatakan roda pemerintahan Bangka Selatan berjalan dengan normal. Ia justru bertanya apa yang mendasari DPRD akan mengajukan Hak Interpelasi. “Pemkab Basel berjalan normal, OPD baru telah dikukuhkan dan dilantik, kita terlambat karena kita mencari SDM, jika ada kesalahan akan kita cek, karena kesalahan itu manusiawi, akan dievaluasi mengenai pangkat lebih tinggi dan rendah tadi, belum ada laporan masuk ke kita, Basel berjalan kondusif, DPRD mengundang pada Jumat, waktu itu pas pelantikan, dan jadwal hari ini ada rapat dengan seluruh SKPD,” kata Riza.
Soal keberangkatan Bupati ke luar negeri tiga kali ke Amerika, Jepang dan Belanda ada yang menggunakan uang pribadi.
“ke Amerika itu undangan Apkasi, Bupati kita beruntung bisa lolos tes di kedubes, karena banyak yang tidak lulus, kita akan komunikasi lagi, agar semuanya menjadi baik, karen Bupati Basel memikirkan bagaimana Basel 30-50 tahun kedepan, mengenai pansus tadi, kembali lagi itu hak dewan, mari kita sama mewujudkan Basel mandiri,” pungkas Riza. (raw/6)

JustForex

Related posts