by

DPRD Babel Berbagi Pengalaman Kepada DPRD Riau

-Moment-105 views

Selasa (31/1/2017), anggota Komisi D DPRD Provinsi Riau bertandang ke DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Komisi D yang membidangi infrastruktur itu berkunjung ke Babel guna mendapatkan masukan dan informasi tentang pembangunan infrastruktur pengembangan pariwisata yang telah dilaksanakan oleh Pemprov Babel.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas perencanaan beberapa program Babel di tahun 2017. Hasil dari pertemuan diharapkan bisa menjadi bekal anggota DPRD Riau untuk nantinya dibahas dan dilaksanakan di Provinsi Riau. Rombongan yang berkunjung langsung dipimpin oleh Ketua Komisi D Drs. H. Erizal Muluk, sedangkan dari DPRD Babel langsung dihadiri oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, Wakil Ketua, Hendra Apollo bersama anggota yaitu Antonius, Syamsuhardi, Abdul Bakar dan Sherly Chandra.

Sebagai daerah yang mendapat KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) pariwisata dari pemerintah, Babel dinilai tepat bagi DPRD Riau untuk mendapatkan informasi bagaimana kiat Babel bisa mendapat kepercayaan itu. Wakil Ketua DPRD Babel, Hendra Apollo mengatakan, bahwa kepercayaan Kementerian Pariwisata untuk menjadikan Babel sebagai KEK pariwisata, tidak lepas dari peran pariwisata di pulau Belitung yang berkembang sangat pesat.

“Jika Riau punya kawasan andalan untuk dijadikan kawasan pariwisata, bisa jadi diusulkan ke Kementerian Pariwisata. Mungkin tidak mendapatkan perlakuan khusus seperti Babel, namun setidaknya Kementerian Pariwisata bisa menambah data mereka terkait potensi wisata lain di Indonesia,” saran Hendra.

Kesempatan bertemu dengan DPRD Babel juga tidak dilewatkan oleh DPRD Riau untuk saling sharing terkait kinerja para anggota DPRD. Salah satu bahasan yang dilayangkan oleh DPRD Riau adalah mekanisme pelaksanaan reses dan sistem pemberian dana aspirasi ke DPRD Babel di Bangka Belitung.

“Reses dilaksanakan tiga kali dalam setahun. BPK selaku lembaga yang memeriksa keuangan cenderung melihat dari berapa orang undangan yang hadir. Padahal, sebagai contoh, kita tidak bisa memesan makanan berdasarkan yang hadir, pasti berdasarkan undangan,” ujar Ketua Komisi II, Antonius yang turut hadir.

Terkait dana aspirasi, Ketua Komisi III, Syamsuhardi menyampaikan, bahwa pihaknya tidak menerima dana tersebut karena alasan keamanan.

“Saya pribadi menyarankan agar menolak dana aspirasi, terlalu riskan. Daerah lain mungkin bisa menerima, tapi juga tergantung yang mempertanggungjawabkan. Seperti Palembang, mereka aman karena yang mempertanggungjawabkan adalah orang yang berpengalaman. Kalau Babel, menolak,” tuturnya.

Dari kunjungan kemarin, anggota dewan DPRD Riau dan DPRD Babel, saling berbagi mengenai tugas dan fungsi lembaga DPRD dimasing-masing wilayah. Adapun anggota Komisi D DPRD Provinsi Riau yang hadir yakni, Drs. H. Erizal Muluk, Hardianto, SE, H. Asri Auzar, M.Si, Almainis, S.Pd, T. Rusli Ahmad, SE, Mirza Noor, SH, Bagus Santoso, H. Yurjani Moga, SH, Masgaul Yunus, SH, MH, H. Mansyur HS, MM, H. Yusuf Sikumbang, SH, Abdul Wahid, S.Pdi, Ir. H. Muhammad Arpah, M.Si serta Hj. Farida H. Saad, SH. (Budi Setyo-Humas Setwan DPRD Babel/10)

Comment

BERITA TERBARU