DPRD Apresiasi LKPj AKhir Jabatan Gubernur/Wakil Gubernur Babel

  • Whatsapp

DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengapresiasi LKPj (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel 2012-2017. LKPj disampaikan Gubernur Babel Rustam Effendi, di ruang sidang paripurna, Kamis (16/3/2017).

Wakil Ketua DPRD Babel, Hendra Apollo usai sidang paripurna menyampaikan, apresiasi dan terimakasih kepada gubernur dan wakil gubernur Babel yang telah menjalankan tata kelola pemerintahan dengan baik.

“Kita mengucapkan selamat kepada gubernur dan wakil gubernur atas upayanya memimpin Provinsi Bangka Belitung dengan peningkatan PAD yang lumayan. kedepannya, kami harapkan dengan pemimpin baru, agar prestasi ini lebih ditingkatkan dan dapat bekerjasama dengan DPRD,” katanya.

Baca Lainnya

Guna menekan inflasi di Babel lanjut Hendra, kedepannya kepala daerah dapat meningkatkan sektor-sektor unggulan lainnya. “Harus ditingkatkan dan perekonomian di desa-desa diperhatikan agar menanggulangi inflasi yang tinggi,” pesannya.

Senada dengan Hendra, Wakil Ketua DPRD Babel Deddy Yulianto menghaturkan apresiasi kepada gubernur dan wakil gubernur Babel. Kendati masih ada beberapa kekurangan katanya, kedepannya Pemprov. Babel dapat mengevaluasi dan menjalnaknnya dengan baik.

“Kekurangan-kekurangan kita evaluasi dan duduk bersama untuk menyatukan pandangan. Sebagai manusia tidak luput dari kekurangan. Kedepan, kita berharap pemerintah yang akan datang 2017-2022, dapat mengambil pelajaran dan eveluasi bagaimana menciptakan lapangan kerja secara massal,” ujarnya.

Dalam LKPj akhir masa jabatan Gubernur Babel 2012-2017, Rustam menjabarkan soal indikator makro ataupun beberapa sektor yang dilakukan Pemprov. Babel. Yakni, ekonomi, sosial dan pendidikan.

Untuk indikator ekonomi Rustam menyebutkan, bahwa perekonomian di Babel 2016 tumbuh sebesar 4,11 persen meningkat bila dibandingkan pada tahun 2015 sebesar 4,08 persen. Pertumbuhan tersebut jelasnya, sejalan dengan membaiknya perekonomian global dan harga berbagai komoditas di pasar internasional.

Pertumbuhan tersebut imbuhnya, didukung oleh usaha pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik, gas dan produksi es sebesar 18,34 persen diikuti jasa lainnya sebesar 11,14 persen serta informasi dan komunikasi sebesar 9,16 persen.

“Tingkat inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2016 mencapai 6,75 persen. Angka ini, tertinggi di Sumatera dan berada diatas nasional yaitu 0,32 persen. Tahun 2016, inflasi di Kota Pangkalpinang 7,78 persen dan di Tanjungpandan sebesar 4,92 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi tahun 2016 adalah berkurangnya pasokan cabai rawit dan cabai merah dari wilayah Jawa serta peningkatan harga bawang merah dan bawang putih,” jelasnya.

Terkait kebijakan pengelolaan keuangan daerah selama tahun 2012-2016, target dan realisasi pendapatan atau penerimaan daerah selama 2016 PAD ditargetkan Rp581.040.000.000 hingga Desember 2016 realisasi PAD sebesar Rp574.046.000.000 atau terealisasi 98,81 persen.

“Dalam kurun waktu tahun 2012 hingga tahun 2016, pendapatan asli daerah terus meningkat. Dimana pada tahun 2012 pendapatan asli daerah sebesar Rp439 miliar dan tahun 2016 meningkat menjadi Rp574,46 miliar. Untuk target belanja daerah pada tahun 2016 sebesar Rp2,35 triliun. Dari target belanja tersebut, terealisasi sebesar RP2,08 triliun atau sebesar 88,5 persen,” pungkasnya. (Budi Setyo-Humas dan Protokol DPRD Babel)

Related posts