DPR RI Sorot Pengerukan Muara Air Kantung

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Anggota komisi I DPR RI, Rudianto Tjen soroti perihal alur muara Air Kantung Sungailiat Kabupaten Bangka yang dikeluhkan nelayan setempat karena sering mengalami pendangkalan. Dia meminta pemerintah daerah untuk mengawasi dan turut serta memberikan arahan kepada perusahaan yang melakukan pengerukan alur tersebut.

Muat Lebih

“Pemerintah dalam hal ini harus melakukan kajian-kajian, harus punya jaminan dalam pengerukan jangan sampai kita keruk pagi sorenya nutup lagi, jadi harus punya perencanaan yang matang,” ungkapnya, Senin (10/3/2020).

Ia juga mengingatkan agar pasir di alur muara itu harusnya tidak ditimbun di pinggir muara sehingga tidak kembali lagi saat dihantam gelombang.

“Habis ngeruk pasirnya harus dibawa pergi dong, untuk apa ditimbun dipinggir itu. Kalau cuma diminggir-minggirin saja, saya yakin pasti nutup lagi,” tambahnya.

Rudianto Tjen juga mengatakan bahwa pengerukan alur muara tersebut sudah sejak lama dilakukan bahkan dari era bupati Eko Maulana Ali untuk mempermudah nelayan keluar masuk pelabuhan.

“Urusan air kantung ini kan sejak saya jadi anggota DPR RI 1999 lalu, kita punya semangat yang sama dengan pak bupati Eko waktu itu, jadi air kantung itu kita keruk dan kita buka supaya nelayan bisa melaut dan untuk pulang bisa berjalan lancar. Memang kita tahu kalau gelombangnya cukup besar jadi kalau dikeruk sebentar pasti akan nutup,” terangnya.

Untuk itu, ia menginginkan agar siapa saja yang melakukan pengerukan alur muara tersebut harus memiliki perencanaan yang matang sehingga dapat meminimalisir terjadinya pendangkalan.

“Saya pikir dengan kemajuan teknologi sekarang ini bisa dimanfaatkan, kita harus punya perencanaan yang matang, jangan pagi kita keruk terus malam nutup lagi alurnya, jadi kita harus punya perencanaan yang komprehensif kalau bisa, kita keruk sekarang setahun lagi baru kita keruk,” harap Rudianto.

Ia juga siap membantu untuk melobi pemerintah pusat untuk mengucurkan dana dalam pengerukan alur muara tersebut.

“Kalau puluhan miliar untuk urusan rakyat saya pikir itu bisa, tinggal siapkan saja proposalnya nanti akan kami sampaikan ke kementrian. Jadi kita minta bantuan dari pusat untuk mengeruk alur muara ini,” tandasnya. (mla/6)

Pos terkait