DP2KBP3A Gelar Edukasi RBRA

  • Whatsapp
Edukasi RBRA yang digelar DP2KBP3A Bangka di Hutan Kota Sungailiat, Minggu (15/9/2019). (foto:istimewa)

SUNGAILIAT – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka mengadakan edukasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Hutan Kota Sungailiat Bangka Setara, Minggu (15/9/2019).

Sekretaris DP2KBP3A Bangka, Boy Yandra mengatakan digelarnya edukasi RBRA di hutan kota ini dapat memberikan motivasi dan gairah kepada anak-anak bahwa setiap diadakan pertemuan tidak melulu harus di dalam ruangan.

Menurut Boy berbagai persoalan didiskusikan seperti pembentukan FA kecamatan, FA di kelurahan/desa yang baru terbentuk 34 FA dari 91 FA, pembuatan sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan FA yang baik serta melibatkan FA tingkat kabupaten.

“Selain itu kita bahas program kerja FA, pembenahan sekretariat, program kite sehabat anak untuk mencegah kekerasan anak serta FA, DP2KBP3A goes to school, dialog interaktif di RRI, charity day di RBRA yang langsung disampaikan Kasi Hak Anak Meilany Widiasari,” katanya.

Menurut dia, anak mempunyai 31 hal yang tidak hanya harus dipenuhi oleh pemerintah tetapi juga oleh seluruh kalangan masyarakat luas.

“Dari 31 hak anak tersebut, terdapat empat hak anak yang menjadi prioritas utama dalam pemenuhannya yaitu hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan bekembang, hak untuk mendapatkan perlindungan dan hak untuk berpatisipasi dalam pembangunan,” jelas Boy.

Boy mengatakan perlu ditanamkan sejak dini dalam keluarga bahwa anak juga memiliki hak untuk berpartisipasi. Di Indonesia melibatkan anak berpartisipasi dalam pembangunan sangat minim dan bisa dikatakan hal yang mustahil walaupun kenyataannya di Kabupaten Bangka anak sudah beberapa kali dilibatkan dalam kegiatan, khususnya musrenbang (musyawarah rencana pembangunan).

“Sebagai upaya pemenuhan hak-hak anak, pemerintah terus mendorong program KLA mengingat pentingnya anak sebagai generasi bangsa yang harus disiapkan dari sekarang. Guna merealisasikan Bangka sebagai KLA, Madya tahun 2021, kini terus diperluas kawasan infrastruktur RBRA yang mempertimbangkan ruang bagi anak, terutama dalam penguatan kelembagaan forum anak baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan,”katanya.

“Semoga dengan adanya RBRA ini bisa salah menampung aspiasi hak anak di Bangka. Kita optimis di tahun 2021 Bangka bisa meraih KLA Madya dengan besarnya komitmen bupati beserta jajarannya,”tambah Boy.

Bupati Bangka, Mulkan mengucapkan rasa terima kasih kepada tim menilai Bangka tempat RBA menjadi RBRA dan dukungan semua OPD terwujudnya Bangka menjadi RBRA yang salah satu untuk memperkuat Bangka layak anak yang baru diperoleh dan dinobatkan oleh Kementrian PPPA Agustus 2019 pada KLA pratama.

“Dengan adanya RBRA menambah kebutuhan hak anak dipenuhi oleh pemerintah bangka dengan adanya ruang bermain anak yang nyaman, aman, representatif serta bisa menjadi tempat memberikan edukasi di RBRA.

Dia menegaskan fasilitas yang sudah ada akan dirawat dengan baik dan tahun 2020, Bappeda sudah menyiapakan anggaran untuk RBRA menambah fasilitas yang kurang dan akan buat perpustakaan baru, panggung pentas seni dan lain lain.

“Sehingga anak-anak dan masyarakat Bangka yang datang mengantar anak akan terasa aman dimana penjagaan 24 jam dari Satpol PP, nyaman adanya CCTV dan bersih dimana ada petugas pasukan kuning pagi dan sore. Kantin pun sudah ada dengan harga yang sangat terjangkau serta diawasi oleh tim kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi oleh siapa saja,”ujar Mulkan.(rls/2nd/10)

Related posts