Dosen FE UBB Lakukan Pengabdian Hilirisasi Produk di Balunijuk

  • Whatsapp
Dosen FE UBB saat sosialisasi poduk hilirisasi kepada IRT di Desa Balunijuk.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, MERAWANG – Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan agenda tahunan dari Lembaga Peneltian dan Pengadian Universitas Bangka Belitung (LPPM UBB), Dosen FE UBB melakukan pengabdian kepada masyarakat yang hasilnya langsung bisa dirasakan berupa hilirisasi produk di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dasar dari pengabdian yang dilakukan adalah bidang keilmuan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi SDM, terutama IRT, agar mereka memiliki jiwa berwirausaha dan memiliki keterampilan untuk menghasilkan sebuah produk yang dapat menghasilkan laba.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka ini, dimulai dari penyuluhan sampai memberikan pelatihan pembuatan kemplang bayam beserta teknik pemasaran produknya, yang dilakukan sejak bulan Juni sampai dengan Oktober 2020.

Duwi Agustina selaku Ketua Pengabdian dari Dosen FE UBB didampingi anggotanya Dian Prihardini Wibawa mengatakan, khalayak sasaran dalam kegiatan ini, adalah ibu-ibu rumah tangga usia produktif yang tergabung dalam ibu-ibu PKK sebanyak 30 orang.

Baca Lainnya

Banyaknya  IRT di Balunijuk yang aktif, namun tidak produktif, diungkapkan Duwi, menjadi latar belakang pengabdian. “Dari segi ekonomi, pendapatan ibu-ibu rumah tangga masih sangat terbatas karena hanya mengandalkan penuh pada mata pencaharian berkebun sedangkan kebutuhan makin banyak di setiap harinya,” ujarnya.

Padahal, menurut dia, ibu-ibu rumah tangga memiliki waktu luang yang berpotensi untuk mencari sumber pendapatan lain. Namun, pada kenyataannya mereka tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai.

Dengan kondisi yang sedemikian itu, ditambahkannya, ibu-ibu rumah tangga memerlukan penanaman motivasi dan jiwa berwirausaha sebagai alternatif pendapatan keluarga.

Terlebih, lanjut dia, potensi berwirausaha IRT didukung oleh salah satu sektor yang sangat besar dan dikembangkan di Balunijuk, yaitu sektor perkebunan berupa sayur-sayuran. Hal itu merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga bisa menghasilkan produk dengan nilai jual yang lebih tinggi dibanding menjualnya secara mentah atau belum diolah yang harganya cenderung murah.

“Kemplang dan Keripik Bayam “Spinach Creakers” merupakan salah satu kreativitas pengolahan produk sektor perkebunan Balunijuk yang memiliki potensi jual itu,” sebut dia, kemarin.

Harapan besar dari pengabdian ini, masih dikatakan Duwi, agar ibu-ibu rumah tangga bisa menghasilkan produk yang dapat dijual dan meningkatkan penghasilan mitra.

“Jelas perempuan itu perlu diberdayakan dan harus disetarakan, karena perempuan memiliki potensi besar dari segala hal terutama dari jumlah kependudukan. Untuk menunjang dan meningkatkan perekonomian, perempuan juga perlu dilibatkan dalam bergabai aktivitas. Dari itu, stimulus produktivitas IRT perlu luas digaungkan dengan salah satu cara efektif yaitu hilirisasi produk melalui pemanfaatan potensi lokal,” tutup Duwi. (rel).

Related posts