DKPUS Babel Rutin Laksanakan Pembinaan Pengelolaan Kearsipan

  • Whatsapp
Tim DKPUS Babel sedang melakukan pembinaan pengelolaan kearsipan PT Jamkrida Babel.(foto: istimewa).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung (DKPUS Babel), rutin melaksanakan pembinaan pengelolaan kearsipan bagi
organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

PT Jamkrida yang merupakan BUMD milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, menjadi salah
satu instansi yang mendapatkan pembinaan kearsipan dari DKPUS Babel.

Dalam pembinaan yang di pimpin Kepala DKPUS Babel Dr Asyraf Suryadin diwakili Kasi
Pengawasan Kearsipan Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Babe, Elysa, Senin
(27/7/2020) itu, jajaran PT Jamkrida Babel diberikan pengetahuan secara teori maupun praktek
bagaimana cara mengelola arsip yang benar.

“Mereka (Jamrida-red) kita berikan materi sekilas tentang pengelolaan kearsipan, selanjutnya
kita praktekan bagaimana mengelola arsip yang benar. Untuk pengelolaan arsip yang benar itu,
diantaranya harus ada folder, box arsip untuk inaktif,” jelas singkat.

Baca Lainnya

Semenjak dibawah kepemimpinan Asyaraf Suryadin, ditegaskan Elysa, DKPUS Babel rutin
melaksanakan pembinaan kearsipan dengan terjun langsung ke instansi atau lembaga yang
membutuhkan pembinaan kearsipan.

“Sebelum ke Jamkrida, kami juga telah melakukan pembinaan kearsipan ke Partai Politik
Nasdem, PDIP, PKS, Gerindra, PW Muhammadiyah, PWNU, dan BPR. Kami juga akan
melanjutkan pembinaan ke PDAM Kota Pangkalpinang,” ujar Elysa.

Sementara itu, Kepala DKPUS Babel Dr Asyraf Suryadin menyebutkan, walaupun masih dalam
keterbatasan yang dimilik DKPUS Babel, baik sisi anggaran maupun SDM, namun DKPUS, akan
berupaya semaksimal mungkin melakukan pembinaan, termasuk pengawasan kearsipan.

“Pembinaan kearsipan kita lakukan sebagai salah satu upaya kita untuk meningkatkan penilaian
kearsipan. Selama ini, mereka tidak pernah tersentuh pembinaan kearsipan,” ungkap Kepala
DKPUS Babel.

Selain ke instansi atau lembaga seperti yang dipaparkan tadi, kata Asyraf, DKPUS juga melalui
tenaga Arsiparis, juga melakukan pembinaan pengelolaan kearsipan sekolah.

“Kami ingin, mereka yang telah dilakukan pembinaan tidak dibiarkan begitu saja, namun akan
ada pembinaan lanjutan,” tambah Asyraf.

Menurut Asyraf, banyak faktor yang menghambat pengelolaan kearsipan, diantaranya sarana
prasana dan SDM (arsiparis-red). (rel/aliyah).

Related posts