DK, Pembakar Lahan Temberan belum Tersangka

  • Whatsapp
PADAMKAN API – Tim Satgas Karhutla Polres Pangkalpinang, berjibaku memadamkan api saat kebakaran lahan di kawasan Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang, Rabu siang (16/10/2019). Untuk kebakaran lahan gambut di Dusun Temberan Desa Air Anyir Kabupaten Bangka yang diduga dibakar oleh DK, masih diselidiki polisi. (Foto: Dok/Bambang Irawan)

Kapolres: Ini Dalam Proses Gelar

SUNGAILIAT – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah daerah masih saja terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tim Karhutla pun telah menyidik dan menetapkan beberapa pelaku pembakaran hutan menjadi tersangka. Tinggal lagi kasus pembakaran lahan gambut di Dusun Temberan, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka yang terjadi pada Senin (23/9/2019) silam, hingga kini belum juga ada tersangkanya.

Read More

Padahal saat kebakaran lahan itu terjadi, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Kapolda Babel) beserta sejumlah pejabat polda dan Wakil Bupati Bangka yang melakukan peninjauan ke lokasi, sempat memberikan perintah kepada jajarannya untuk mengamankan pemilik lahan yang terbakar. Karena DK selaku pemilik lahan diduga secara sengaja membakar lahan tersebut untuk kepentingan pribadinya.
Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono saat dikonfirmasi sejumlah wartawan belum lama ini mengaku, penanganan kasus Karhutla di Dusun Temberan itu, penyelidikannya masih terus berjalan hingga saat ini.

Menurutnya, dalam kasus itu pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Bangka terkait langkah hukum yang akan diambil atas Karhutla tersebut. Termasuk dalam hal menetapkan tersangka pada kasus itu, diperlukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan.
“Ini dalam proses gelar bersama pihak Kejaksaan,” katanya.
Saat ditanya berapa banyak saksi yang telah diperiksa guna dimintai keterangan atas kasus Karhutla gambut di Dusun Temberan ini, Kapolres enggan menyebutkan detailnya.

“Saksi tentunya dari pihak Kehutanan yang diperiksa dan pihak-pihak lainnya yang ada kaitannya dengan persoalan itu,” tukasnya.
Untuk di wilayah hukum Polres Bangka, Satgas Penanganan Karhutla pada bulan September 2019 sudah berhasil mengamankan beberapa pelaku yang diduga melakukan pembakaran hutan. Salah satunya, Dedi Irawan warga Belinyu yang diduga membakar hutan dengan sengaja di wilayah Belinyu sebanyak 3 titik.

Yakni, membakar lahan di Dusun Air Anget Stasiun VI Desa Gunung Pelawan, Dusun Air Anget Parit 14 Desa Gunung Pelawan, dan lahan yang ada di sekitar Dusun Air Anget, Desa Gunung Pelawan, Kecamatan Belinyu.
“Jadi 3 TKP tersebut dilakukan pembakaran dalam waktu kurang lebih 10 sampai 15 menit,” kata kapolres dalam konferensi pers di posko bersama penanggulangan dan pencegahan Karhutla Mapolres Bangka, Selasa (24/9/2019).

Pembakaran lahan di tiga TKP itu dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan korek api.
“Pelaku membakar lahan waktu itu menggunakan satu buah korek gas, lalu menyulutnya pada rumput yang kering sehingga pada TKP yang pertama lahan seluas 10 hektar terbakar,” jelasnya.
Begitu juga untuk TKP kedua dan ketiga, pelaku melakukan hal sama dengan kebakaran lahan
setengah hektar dan satu setengah hektar.

Atas perbuatan itu, pelaku dijerat dengan Pasal 78 ayat 3 jo pasal 50 ayat 3 huruf d Undang Undang RI nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan yang berbunyi ‘barang siapa dengan sengaja membakar hutan diancam pidana penjara paling lama 15 tahun penjara.’
Selain pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah korek gas warna biru, 1 unit sepeda motor Xeon warna merah kombinasi hitam dengan nopol BN 5462 , 1 helai baju kaos warna coklat dan 1 helai celana pendek.

Sampai saat ini proses penyidikan terhadap Saudara DI terus dilakukan yang pada akhirnya nanti akan dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum,” tandasnya kapolres didampingi Bupati Bangka, Wakil Bupati Bangka, Kajari Bangka, Danramil Sungailiat, Kasatpol PP Bangka, Kadistan Bangka dan perwakilan Kompi Senapan B 141/AYJP Sungailiat.

Terpisah, Kabid Penanggulangan Bencana dan Kebakaran seizin Kasatpol PP Pemkab Bangka, Ahmad Fauzi mengatakan, sepanjang September 2019 dari tanggal 1 hingga 23, sebanyak 74 titik kebakaran yang sudah ditangani pihak Damkar Kabupaten Bangka. Bahkan dari tanggal 1 hingga 16 September 2019 saja terdata 59 titik yang ditangani dengan luas kabakaran lahan mencapai 215,75 hektar.
“Jumlah itu yang dilaporkan masyarakat dan sudah kita tangani, mungkin jumlah kebakaran di daerah kita lebih dari ini,” ungkapnya, Kamis (26/9/2019) lalu.

Ia mengatakan beberapa titik kebakaran merupakan lokasi yang sama dan terjadi berulang-ulang meskipun diwaktu berbeda.
“Memang ada di titik-titik tertentu kejadiannya berulang ditempat yang sama, misalnya hari ini sudah kita padamkan tapi beberapa hari kemudian kebakaran lagi,” terangnya seraya menambahkan lokasi yang sering terjadi kebakaran di Kabupaten Bangka ada di sepanjang Jalan Lintas Timur. (2nd/1)

Related posts