Divonis Hukuman Percobaan, Terdakwa Kasus Penistaan Tulisan CV Venus Banding

  • Whatsapp
Kedua terdakwa ketika menjalani persidangan di PN Pangkalapinang, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Kasus dugaan pencemaran nama baik atau penistaan dengan tulisan terhadap perusahaan pertambangan CV. Venus Inti Perkasa yang menyeret duet pengurus Asosiasi Penambang dan Pengelola Pasir Mineral Indonesia (Atomindo) masing-masing Rudi Sahwani dan Darmansyah, ternyata belum tuntas.

Kedua terdakwa yang sebelumnya divonis 2 bulan dengan masa percobaan 4 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, rupanya salah satu terdakwa yakni Darmansyah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bangka Belitung (PT Babel).

Dari data informasi perkara PN Pangkalpinang, Ketua Atomindo Darmansyah mengajukan permohonan banding melalui kuasa hukumnya pada Senin 18 Mei 2020 ke PN Pangkalpinang dengan tanggal penerimaan memori banding Selasa 2 Juni 2020.

Pemberitahuan permohonan banding itu telah disampaikan pihak pengadilan kepada Terbanding Jaksa Penuntut Umum, Erni Yusnita pada Rabu 20 Mei 2020, dilanjutkan dengan penyerahan memori banding Kamis 4 Juni 2020. Pihak pengadilan juga telah mengirim berkas banding nomor surat W7.U1/1898/HK.01.959/5/2020
kepada PT Babel pada Jumat 29 Mei 2020.

Baca Lainnya

Dalam perkara pidana nomor 47/Pid.B/2020/PN Pgp ini, JPU pun yang sebelumnya pikir-pikir ikut menyatakan banding dan akan mengirimkan berkas kontra memori banding kepada pihak pengadilan. JPU Erni Yusnita dari Kejati Babel bahkan optimis banding yang mereka ajukan akan memperkuat tuntutan kepada kedua terdakwa untuk ditahan dua bulan penjara.

Sebab, sebelumnya tuntutan JPU kepada para terdakwa dengan hukuman penjara 2 bulan karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik secara tertulis dan bersama-sama sebagaimana Pasal 310 ayat (1) dan (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP seperti dakwaan penuntut umum.

Akan tetapi majelis hakim PN Pangkalpinang memutuskan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “bersama-sama melakukan penistaan dengan tulisan” sebagaimana dakwaan kedua JPU. Dan menjatuhkan pidana masing-masing selama 2 bulan dengan menetapkan pidana tersebut tidak usah dijalani kecuali jika di kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena para terpidana melakukan tindak pidana lagi sebelum masa percobaan selama 4 bulan berakhir.

Dalam putusan pada 11 Mei 2020 oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang diketuai, Rendra Yozar Dharma Putra dengan anggota Siti Hajar Siregar dan Iwan Gunawan, menyatakan para terdakwa telah terbukti melakukan penistaan dengan tulisan terhadap CV Venus Inti Perkasa. Dengan cara mengirimkan surat Atomindo kepada Presiden nomor : REF. 012/ATOMINDO-KSP/DIM/VIII/2019, tanggal 19 Agustus 2019 yang mencantumkan nama CV Venus tanpa izin.

Akibatnya, Direktur CV Venus, Hasan Tjhie alias Asin mendapat surat teguran nomor 0244/Tbk/PTH-3150/19-S2.2 dari PT Timah, Tbk selaku mitra usaha. Karena tidak terima nama perusahaannya dicatut demikian, Asin kemudian melaporkan kedua pelaku selaku pengurus Atomindo ke Polda Babel.

CV Venus merasa dirugikan nama perusahaan dicantumkan di dalam surat yang dibuat oleh pengurus Atomindo dan diserahkan ke kantor Staf Presiden RI tanpa sepengetahuan pihak perusahaan. (red)

Related posts