Ditemukan Harga Gula & Bawang Putih di Atas HET

  • Whatsapp

TJKPD Langsung Menegur Pengelola

TOBOALI – Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali melakukan pengawasan ke sejumlah lokasi pasar yang ada di Kabupaten Bangka Selatan.

Dalam Pengawasan bersama Tim Satgas Pangan Kabupaten Bangka Selatan di Toboali itu, TJKPD Babel mendapati beberapa temuan, diantaranya adalah Gula Putih yang dijual di TJ Mart Toboali, dijual dengan harga di atas HET, yaitu Rp15.000, sementara HET hanya Rp12.500.

Kemudian, Pedagang Daging Sapi juga menjual Daging Sapi dengan harga Rp130.000 perkg, sedangkan HET yang telah ditetapkan sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rp120.000.

Lainnya, TJ Mart Toboali, menjual produk kemasan kaleng yang sudah rusak dan tidak layak untuk dijual. Dalam kesempatan itu, Tim langsung mengambil tindakan terhadap produk tersebut agar tidak dijual lagi.

Begitu pula dengan temuan terhadap Gula Putih harganya di atas HET, dan TJKPD Babel langsung menegur pengelola agar gula yang dijual sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Sebelum ke TJ Mart Toboali, Tim Jejaring melakukan pengawasan ke Pasar Toboali. Di Pasar Tradisional ini, Tim menemukan harga bawang putih yang juga di atas HET. Bawang perkg dijual para pedagang dengan harga bervariasi, mulai dari Rp35.000 hingga Rp60.000. Padahal, HET yang ditetapkan Rp.35.000.

Koordinator Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah Babel, yang juga selaku Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pangan Babel, Hepa Lestari mengungkapkan, untuk bawang putih harganya bervariasi antara Rp35.000 hingga Rp60.000.

“Pedagang yang menjual di atas HET sudah kita beritahu dan diingatkan untuk tidak menjual bawang putih di atas harga yang telah ditetapkan, dimana HET adalah Rp35.000,” jelas Hepa.

Terkait dengan harga yang bervariasi, Hepa mengatakan, pedagang yang menjual dengan harga tinggi beralasan karena bawang putih yang dibeli merupakan stok bawang putih yang sudah lama di beli. Namun, ia mengharapkan adanya penelusuran lebih mendalam.

Hepa juga mengharapkan adanya kesadaran masyarakat dalam berbelanja, untuk lebih teliti dalam membeli pangan segar maupun pangan olahan, dan harus memperhatikan kondisi produk, kualitas produk. Dalam kemasan harus memperhatikan tanggal produksi dan masa kadaluarsa produk yang di beli. (Sentosa/3).

Related posts