Bangka Barat

Disperindag Babel Sosialisasikan Mutu Produk Unggulan Daerah ke Petani Parit Tiga

Sekretaris Disperindag Babel saat membuka sosialisasi mutu produk unggulan daerah di Parit Tiga.(foto: ist/yuri).

RAKYATPOS.COM, PARIT TIGA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel, mensosialisasikan Mutu Produk Unggulan Daerah kepada masyarakat Petani Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna, Kecamatan Parit Tiga, kemarin, tersebut, bertujuan untuk membekali ilmu tentang Standar Nasional Indonesia (SNI) Lada Putih kepada petani.

Kepala  Disperindag Provinsi Babel diWakili Sekretaris Disperindag Babel, Deki Susanto mengatakan,  lada putih dari Babel sudah dikenal di pasar dunia sejak sebelum perang dunia ke II, sebagai komoditi ekspor dari Indonesia yang dikenal dengan nama Muntok White Paper.

Oleh sebab itu, mengingat menurunnya jumlah produksi lada putih yang merupakan produk unggulan daerah Babel, Pemprov Babel, katanya, dengan program revitalisasi ladanya mempunyai keinginan untuk mengembalikan kejayaan lada putihnya seperti dahulu.

Menurutnya, berbagai aspek telah dilakukan pembenahan oleh Pemprov, agar meningkatnya gairah masyarakat Bangka Belitung untuk bertani lada, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi ini.

Sebagai laboratorium pengujian lada putih di Babel, UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Disperindag Babel, dijelaskannya, berkewajiban untuk melakukan sosialisasi mengenai mutu produk unggulan daerah, salah satunya lada putih dalam rangka peningkatan kualitas mutu salah satunya di Provinsi Babel.

“Dengan mempertimbangkan seksama dan hasil survey di lapangan, maka diputuskan kegiatan sosialisasi mutu produk unggulan daerah, yaitu di Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat,” katanya.

Sosialisasi ini, dilakukan, lanjut Deki, juga untuk melakukan diskusi mengenai kendala dan masalah yang dihadapi para petani dalam proses pra dan pasca panen lada, dengan begitu, jumlah panen yang dihasilkan oleh petani nantinya berkulitas dan bersaing, dan endingnya berdampak pada kesejahteraan petani.

Dengan meningkatnya harga jual lada putih, sambung dia, kesejahteraan petani lada putih meningkat dan gairah untuk kembali berkebun lada putih akan semakin antusias.

“Metode pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Mutu Produk Unggulan Daerah ini, dilaksanakan dengan metode swakelola. Adapun cara pelaksanaannya dilakukan antara lain survey ke tempat pelaksanaan kegiatan, rapat internal, kunsultasi dan kordinasi, dan pelaksanaan kegiatan sosialisasi,” tutup Deki. (mislam/adv).

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

ads






To Top