Berita Kota

Disperindag Babel Jelaskan Kondisi Sektor Perindag Terkini

Armaini Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag Babel menjadi narasumber dalam FGD BI melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (15/10/2020).(foto: ist/mislam).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Dalam rangka mengetahui kondisi perekonomian terkini  dan perekonomian ke depan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), untuk digunakan sebagai pertimbangan dalam menyusun kebijakan Bank Indonesia (BI), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel memaparkan dan menjelaskan asesmen kondisi sektor perindustrian dan perdagangan terkini, serta prospek triwulan IV 2020 dan keseluruhan di tahun 2020.

Penjelasan tersebut, dipaparkan langsung oleh Kepala Disperindag Babel, diwakili Armaini Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag Babel saat menjadi narasumber dalam acara Focus Grup Discusson (FGD) BI melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (15/10/2020) di ruang Serba Guna Disperindag Babel.

Armaini menjelaskan, perkembangan sektor industri dari jumlah industri besar dan menengah pada tahun 2020 telah terjadi peningkatan satu unit industri di Kota Pangkalpinang. Jumlah industri besar dan menengah pada tahun 2019 sebanyak 76 unit industri, sampai dengan bulan September 2020 menjadi 77 unit industri.

Industri di Babel, di dominasi oleh industri kelapa sawit (CPO) sebanyak 20 unit industry, dan industri logam dasar sebanyak 32 unit industri.

Sementara itu, untuk kapasitas pabrik kelapa sawit yang memperoduksi CPO bervariasi dari 30 ton per jam, hingga 100 ton  per jam. Pada tahun 2017, total kapasitas dari seluruh pabrik kelapa sawit yang memproduksi CPO bervariasi dari 30 ton per jam hingga 100 ton per jam. Pada tahun 2017, total kapasitas dari keseluruhan pabrik kelapa sawit di Babel mencapai 7.980 ton per jam.

Armaini pada kesempatan tersebut juga memaparkan pembangunan industri di Babel, diantaranya adalah dalam rangka penguatan pasokan bahan baku industri yang berkualitas dan berkelanjutan, kemudian untuk menumbuh kembangkan industri pengelolaan sumber daya unggulan yang meliputi lada, perikanan, mineral tanah jarang ikutan timah, dan kelapa sawit dengan stuktur industri yang kuat dan berdaya saing, serta mengembangkan kompetensi industri daerah pada tiap komoditas basis industri unggulan.

Sedangkan upaya atau strategi Disperindag sendiri untuk meningkatkan kinerja sektor perindustrian dan perdagangan di tahun 2020, khususnya di tengah Covid-19, lajut Armaini, yaitu melalui program strategi sektor perdagangan, salah satunya peningkatan daya saing produk dan SDM UKM ekspor dan Peningkatan akses pasar UKM melalui sistim Elektronika.

Sedangkan strategi industri di bidang sektor industri kecil dan menengah, lanjut Armaini, yaitu melakukan pembinaan dan pengembangan OVOP, kemudian melakukan bimtek produksi bagi wirausaha IKM konveksi yang terkena dampak covid-19 di Kabupaten Belitung dan bimtek produksi bagi wirausaha IKM reparasi AC yang terkena dampak covid-19 di Kota Pangkalpinang, serta bimtek diversifikasi produk bagi wirausaha IKM lada yang terkena dampak covid-19 di Bangka Tengah.

“Disperindag mendukung program Kementerian Perindustrian untuk menjaga produktivitas perusahaan industri dalam kondisi pademi,” tutupnya.

Kegiatan Focus Grup Discusson melalui aplikasi Zoom Meeting yang dipelopori oleh Bank Indonesia tersebut, juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Babel dan pejabat terkait lainnya. (rel/mislam).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

To Top