Dispar Soroti Alat Keselamatan Pasirpadi Bay Minim

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang tidak tinggal diam atas kasus tewasnya bocah 8 tahun saat berenang di Kolam Renang Waterboom Pasir Padi Bay di kawasan Pantai Pasir Padi, Sabtu (8/5/2019) lalu.

Dinas Pariwisata Pangkalpinang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tewasnya anak yang bernama Alif Bin Sahroni tersebut, beberapa hari lalu.

Namun sayangnya, kedatangan Kepala Dinas Pariwisata, Anggo Rudi didampingi staffnya di lokasi tidak dapat bertemu dengan Manager Pasir Padi Bay. Dinas Pariwisata hanya dapat mengorek informasi dari staf perusahaan yang notabene tidak bisa memberikan penjelasan.

Dari kunjungan itu, Anggo mendapati masih kurangnya sarana dan prasarana peralatan penyelamatan di area kolam renang. Di pengeras suara pun minim.

“Pada saat kami ke lokasi, kami tidak bertemu dengan managernya, tetapi kami bertemu dengan staff perusahaannya yang sayangnya tidak bisa memberikan komentar apapun pada kami. Pihak perusahaan Pasir Padi Bay, terkesan masih minimnya peralatan pengeras suara di lokasi kolam renang. Ini yang kami soroti,” ujar Anggo kepada wartawan Rabu (12/6/2019).

Karena belum mendapatkan penjelasan apapun soal tewasnya korban, Dinas Pariwisata meminta pengelola dan pengusaha tempat wisata Waterboom Pasir Padi Bay untuk meningkatkan pengamanan terhadap keselamatan para pengunjung.

“Kami mengimbau pada perusahaan untuk lebih banyak lagi memasang peralatan pengeras suara seperti ‘TOA’ di area kolam renang, sebagai sarana informasi peringatan untuk para pengunjung,” imbaunya.

Dia berharap pada perusahaan di bidang wisata, agar lebih memperketat lagi pengawasan terhadap keselamatan pengunjung.”Jangan sampai kejadian peristiwa ini terulang lagi. Ini sangat penting,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, objek wisata Waterboom Pasirpadi Bay yang berlokasi di kawasan Pantai Pasir Padi Pangkalpinang membawa petaka. Pasalnya, Sabtu (8/5/2019) seorang anak berusia 8 tahun tewas tenggelam saat berenang di salah satu kolam Waterboom.

Nyawa bocah yang diketahui bernama Alif bin Sahroni itu tidak bisa diselamatkan meskipun sempat dibawa ke Puskesmas terdekat.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, petaka di Pasirpadi Bay itu terjadi saat Alif bersama keluarganya dari Toboali Kabupaten Bangka Selatan berwisata ke Pasirpadi Bay. Saat berenang, Alif tiba-tiba tenggelam di kolam dewasa dengan kedalaman 1,5 meter.

Padahal seharusnya, anak-anak tidak berenang di kolam dewasa. Diduga terjadi kelalaian dari pihak pengelola Pasirpadi Bay sehingga petaka itu terjadi. Hingga kini penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan polisi. (bum/1)

Related posts