Disiplin Belajar di Rumah Bagi Peserta Didik

  • Whatsapp

Oleh: Ratih Lidya, S.Pd – Guru SMA Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat, Babel

Read More

Semakin bertambahnya jumlah kasus penderita Virus Corona (Covid-19) di Indonesia, membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19, bahwa pada proses belajar di rumah dilakukan melalui pembelajaran daring/jarak jauh. Pelaksanaan kebijakan pendidikan tersebut berdasarkan pertimbangan utama tentang kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah.

Pembelajaran daring/jarak jauh membutuhkan disiplin belajar di rumah bagi peserta didik mulai dari tingkatan sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Menurut www.jejakpendidikan.com, disiplin belajar adalah suatu proses dan latihan belajar yang bersangkut paut dengan pertumbuhan dan perkembangan. Seseorang dapat dikatakan berhasil mempelajari jika mengikuti dengan sendirinya proses. Dikatakan berhasil mempelajari, jika mengikuti dengan sendirinya proses disiplin tersebut. Disiplin belajar yang baik akan membuat suasana menjadi nyaman ketika pembelajaran di rumah. Siswa yang disiplin belajar secara terbiasa melaksanakan kegiatan belajar dengan teratur dan bersungguh-sungguh tanpa adanya paksaan.

-guru di SMA Negeri 1 Kelapa pun berusaha semaksimal mungkin melaksanakan pembelajaran daring/jarak jauh dengan memberikan tugas-tugas atau latihan soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik SMA Negeri 1 Kelapa. Tugas atau latihan soal bagi peserta didik dibuat sedemikian rupa jangan sampai menjadi beban bagi mereka, sehingga tidak membuat peserta didik menjadi stress. Tugas atau latihan soal tersebut juga disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi peserta didik masing-masing, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna biarpun hanya belajar di rumah. Hal ini sesuai dengan ketentuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19, bahwa proses belajar di rumah harus dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna tanpa terbebani tuntutan menuntaskan suluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

itu, tugas pembelajaran belajar di rumah dapat bervariasi antar peserta didik, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan  kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. Apalagi wilayah di sekitar SMA Negeri 1 Kelapa masih terdapat desa-desa pedalaman yang memiliki sinyal internet kadang muncul, kadang hilang, sehingga menyulitkan peserta didik apabila sistem pembelajarannya harus secara online dengan waktu yang ditentukan.

Kemdikbud (dalam Ruang guru, 19/03/2020), ada beberapa cara agar peserta didik disiplin belajar di rumah, antara lain: Pertama, menjelaskan situasi. Orang tua harus bisa menjelaskan tentang social distancing, sehingga mengharuskan mereka harus belajar di rumah saja. Social distancing atau pembatasan sosial atau menjaga jarak adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular, (Wikipedia). Dengan social distancing, orang-orang diharapkan menjauhi atau menghindari kerumuan keramaian seperti pasar, mall, cafe, tempat-tempat wisata,  dan lain-lain serta menjaga jarak 1 meter. Tetapi social distancing lebih baik lagi kalau dilakukan dengan cara melakukan seluruh kegiatan di dalam rumah, sehingga diharapkan bisa menghentikan penyebaran penyakit virus Corona (Covid-19).  Melalui berita media televisi juga dapat membantu orang tua untuk lebih memberikan pemahaman kepada anaknya di rumah. Karena terkadang, anak-anak itu masih ada yang ngeyel dan menganggap kejadian Covid-19 ini hal biasa, sehingga mereka bukan hanya mendengar saja dari orang tuanya, tapi dapat melihat secara langsung melalui media televisi.

Kedua, Konsultasi dengan guru. Orang tua dapat aktif berkonsultasi dengan guru di sekolah melalui whatsapp atau sms atau menelepon secara langsung dengan handphone mengenai tugas atau perkembangan anaknya belajar di rumah. Sehingga guru dapat mengantisipai langkah pembelajaran selanjutnya. Tetapi terkadang untuk anak yang sudah sekolah menengah atas khususnya SMA Negeri 1 Kelapa, pada umumnya sebagian orang tua biasanya hanya mengandalkan anaknya atau percaya bahwa anaknya bisa menyelesaikan tugas sendiri dikarenakan kesibukan sehari-hari orang tuanya atau tidak pahamnya dengan tugas materi anaknya. Walaupun begitu, orang tuanya tetap bisa melakukan sesuatu dengan cara sekedar mengingatkan anaknya di rumah untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru mereka. Sehingga dapat memotivasi anak untuk dapat memiliki inisiatif dan kreatif untuk bisa menyelesaikan tugasnya.

Ketiga, Membuat jadwal teratur. Orang tua tetap harus menjelaskan kepada anak-anak dirumah bahwa sekolah tetap berlangsung, hanya saja kegiatan belajarnya dipindahkan di rumah. Oleh karena itu, buatlah jadwal yang teratur seperti kegiatan di sekolah atau bisa juga mengikuti jadwal belajar di rumah atau jadwal baru yang fleksibel. Contoh di SMA Negeri 1 Kelapa juga membuat kelas belajar online. Setiap hari harus ada beberapa pelajaran yang harus diikuti oleh peserta didik  SMA Negeri 1 Kelapa melalui pembelajaran daring/jarak jauh. Hanya saja banyaknya mata pelajaran tidak sama dengan jadwal kegiatan pembelajaran sehari-hari di sekolah. Sehingga peserta didik tetap senang untuk belajar di rumah.

Keempat, Belajar dan bekerja bersama. Memang terkadang anak-anak suka merasa kesal pada saat mereka belajar, tetapi orang tuanya sibuk bermain handphone. Sehingga ini membutuhkan pengertian akan kesadaran orang tua bahwasanya pada saat mereka sedang belajar bisa juga orang tua melakukan aktivitas bekerjanya digabung dengan belajar bersama. Kelima, Bantu belajar anak. Orang tua pada masa sekarang sangat dibutuhkan peranannya bagi anaknya yang belajar di rumah. Untuk memahami materi yang dipelajari. Apabila tidak mampu memahami materi, orang tua bisa berkonsultasi dengan guru atau mencari sumber belajar lainnya.

Keenam,  Manfaatkan media pembelajaran daring (online). Orang tua dapat mencari dan menemukan media pembelajaran online baik yang disediakan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ataupun aplikasi lainnya. Sehingga bisa mendapatkan video atau gambar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan anak. Ketujuh, Suasana yang nyaman. Orang tua bisa mengajak anaknya belajar di ruang keluarga, menggunakan benda tambahan seperti bantal, dan menyiapkan makanan ringan sehingga mereka merasa nyaman untuk belajar. Kedelapan,  Selingi dengan aktivitas menyenangkan. Aktivitas menyenangkan seperti melakukan suatu permainan atau olahraga di rumah.

Melalui disiplin belajar, peserta didik dapat mengikuti proses belajar dari rumah, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya, dan akhinya tujuan pendidikan dapat lebih mudah tercapai. Tujuan pendidikan menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. (***)

JustForex

Related posts