Dishub Babel Studi Referensi ke Lombok

  • Whatsapp
Foto bersama rombongan Dishub Babel di Lombok.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, LOMBOK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Babel melakukan Studi Referensi dan Konsultasi Pelaksanaan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) /Provincial  Road Improvement and Maintenace (PRIM), serta kegiatan konsultasi  Pembangunan Jalan Proyek Hibah Nasional Jalan Daerah (PHNJD) di Lombok, NTB.

Kepala Dishub Babel KA Tajuddin  diwakili Sekretaris Dishub Babel Zanuari Anizar mengatakan, dipilihnya Lombok sebagai lokasi studi referensi, karena di Lombok infrastruktur jalan relatif sudah bagus.

Read More

Terbukti Lombok khususnya Lombok Barat oleh Ombudsman RI dinilai bagus, dan dijadikan pusat pembelajaran nasional dalam penyelenggaraan jalan daerah.

Lombok Barat ditetapkan menjadi anggota Construction Strategic Transparency (CoST) dunia, kata Zanuari, dimana CoST adalah sebuah organisasi internasional untuk transparansi infrastruktur yang beranggotakan 19 negara dan Lombok Barat satu-satunya kabupaten di Indonesia yang menjadi anggotanya.

Studi referensi, dijelaskannya, bertujuan untuk menambah pengetahuan baru mengenai manajerial FLLAJ, terutama bagaimana cara mengelola keluhan masyarakat terkait lalu lintas, juga menindak lanjutinya.

Selain itu, ungkap Zanuari, kegiatan ini juga sebagai sharing pengalaman mengenai persiapan mengelola FLLAJ ketika tidak ada anggaran bantuan Program Hibah Jalan Daerah  dari pusat.

Kegiatan ini, diharapkan dia, dapat memperkuat kelembagaan yang ada guna meningkatkan kinerja FLLAJ di Babel, sehingga apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah di Lombok dapat diadopsi untuk dilaksanakan di Babel.

Terkait dengan Program Hibah Jalan Daerah dan Provincial  Road Improvement and Maintenace. Kedua program hibah ini, masih kata dia, untuk membantu meningkatkan tata kelola dan kualitas pemeliharaan jaringan jalan daerah yang menjadi kewenangan masing-masing Pemda, terutama pada koridor menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

PHJD sendiri, sambung dia, guna mendukung pemeliharaan jalan daerah dan mendukung pengembangan KSPN Tanjung Kelayang, Bromo-Tengger-Semeru, Wakatobi dan Labuan Bajo.

Sebanyak empat provinsi yakni Provinsi Bangka Belitung, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Timur dan enam kabupaten yakni Kabupaten Belitung, Malang, Pasuruan, Lumajang, Wakatobi dan Mangarai Barat, disebutkan Zanuari, telah dipilih untuk mengikuti PHJD, serta PRIM didanai melalui bantuan Pemerintah Australia khusus di Kabupaten Belitung.(rel/sentosa).

Related posts