Disebut Gubernur Jangan Cengeng, Petani Lada Ini Kecewa

 

Matoridi

TOBOALI – Pernyataan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Johan di media massa yang meminta kepada petani tidak cengeng menghadapi persoalan anjloknya harga lada, justru membuat petani lada kecewa.  Salah satu petani lada Toboali, Matoridi mengungkapkan kata-kata gubernur tersebut membuat luka yang dalam bagi petani.

“Seharusnya seorang gubernur memposisikan sebagai orangtua yang bijak dan menunjukkan keberpihakan kepada petani tradisional yang selama ini selalu menjadi korban politik,” kata Matoridi kepada rakyatpos.com, Selasa (14/11/2017).

Matoridi menegaskan dirinya tidak akan memaafkan statemen gubernur tersebut. “Gubernur ini telah berdosa, karena seolah-olah melupakan petani dan sumbangsihnya yang selama ini telah membantu menggerakan ekonomi Babel melalui komoditi lada dan setahu kami, gubernur Babel ini hanya omong doang, buktinya pembubaran ICDX yang pernah diucapkannya, nyatanya tidak pernah bubar sehingga menimbulkan opini negatif tentang konsistensi janji politik gubernur,” kata pengurus HKTI Basel ini.

Menurutnya wajar ketika petani menuntut janji gubernur tentang masa depan lada karena janji tersebut yang diobral pada saat kampanye ke desa-desa.

“Bagi kami sebagai orang kampung, janji gubernur adalah hutang yang akan kami tuntut dan wajar ketika kami mengeluhkan kepada pemerintah tentang rendahnya harga lada, bukan sebaliknya dibilang petani jangan cengeng,” katanya. (raw)

No Response

Leave a reply "Disebut Gubernur Jangan Cengeng, Petani Lada Ini Kecewa"