Disdik Pangkalpinang Terapkan ‘Sagu Sabu’

  • Whatsapp
Etty Fahriaty

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mulai menerapkan program Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu). Program ini diharapkan mampu membuat pahlawan tanpa tanda jasa ini dapat berkarya di dunia pendidikan.

Sagu sabu, kata Kepala Disdik Pangkalpinang, Etty Fahriaty dapat mewujudkan seluruh guru di Kota Pangkalpinang agar dapat berkarya membuat sebuah buku. Disdik pun sudah melakukan pelatihan tersebut.

“Sebenarnya pelatihan ini sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu dan kegiatan ini dianjurkan kepada semua guru yang ada di Indonesia khususnya Kota Pangkalpinang agar dapat berkarya menulis satu buku untuk satu guru,”kata Etty, Kamis (29/8/2018).

Dia menambahkan, Kota Pangkalpinang baru mendapatkan kesempatan untuk memberikan pelatihan bagi para guru, agar dapat berkarya menulis satu buku karena Tim Mediaguru yang menjadi owner Diklat SaguSabu ini waktu dan jadwal kegiatannya sudah penuh sehingga baru dapat dilaksanakan.

“Kami berharapkan setelah mengikuti pelatihan SaguSabu, guru-guru di Kota Pangkalpinang khususnya dan Babel pada umumnya, akan mampu mengeluarkan karya-karya dengan pengalaman mereka sehari-hari sebagai guru, sehingga nantinya akan menjadi catatan khusus bahwa guru-guru di Kota Pangkalpinang mampu berkarya tidak hanya hebat dalam mengajar akan tetapi juga pandai dalam menulis buku,” jelasnya.

Sagu Sabu saat ini sudah diikuti guru dan kepala sekolah mulai dari TK, SD dan SMP. Jumlahnya ada sekitar 130 orang guru. “Setelah kita melakukan pelatihan ini dari kabupaten lain banyak yang berminat sehingga ada perwakilan dari setiap kabupaten mengikuti pelatihan SaguSabu ini,”ucapnya.

Etty merinci, selain untuk berkarya, manfaat dalam menulis buku ini sangat banyak yang paling utama adalah sebagai bagian untuk kenaikan pangkat bagi guru. Untuk kenaikan pangkat ini guru, harus membuat satu artikel atau menulis buku, selama ini untuk di Kota Pangkalpinang sangat susah untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi karena belum berkarya, dimulai dari pangkat III B ke III C harus ada satu karya.

“Dengan adanya kegiatan ini juga kita harapkan akan banyak guru-guru yang akan naik pangkat kejenjang yang lebih tinggi. Ini juga sebagai ajang pengembangan diri bagi guru-guru, setiap guru memiliki dana sertifikasi dan imbauan dari Kementerian sebagian dari dana tersebut dapat digunakan untuk pengembangan diri,”katanya.(bum/10)

Related posts