Dirut PDAM Tirta Pinang Direkomendasi Dipecat

  • Whatsapp

Nunggak ke PLN Ratusan Juta, 8 Hari Suplai Air Macet
Fahrizan: Jika Tak Bertanggungjawab

PANGKALPINANG – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Pinang sedang mendapat sorotan lantaran konsumennya tidak mendapatkan layanan air bersih sejak delapan harai lalu. Macetnya distribusi air PDAM tersebut diduga lantaran perusahaan daerah tersebut menunggak pembayaran listrik hingga ratusan juta rupiah.

Keluhan dilontarkan masyarakat yang menjadi konsumen PDAM. Pelanggan kecewa dengan pelayanan PDAM dibawah kepemimpinan Direktur Utama PDAM Tirta Pinang, Ady Setiawan.

“Kami sudah delapan hari tidak mendapatkan air PDAM, padahal kami selalu bayar tepat waktu. Alasan mereka karena hutang PLN yang belum dibayar. Ini merugikan kami,” kata salah seorang pelanggan kepada wartawan, Selasa (10/1/2017).

Tak hanya itu saja, kata dia, banyak pelanggan lainnya yang mengeluhkan tidak mengalirnya air PDAM ke rumah masyarakat.

“Di daerah kami sudah seminggu tidak ada air. Masyarakat sampai mengeluh. Entah bagaimana PDAM ini,” ujar Nita pelanggan lainnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Dewan Pengawas PDAM Tirta Pinang, Fahrizan mengatakan, pihaknya bersama Pemkot Pangkalpinang sudah mengambil langkah. Katanya, kas PDAM kosong dan terhutang dengan PLN karena belum membayar kewajiban mereka sebagai pelanggan PLN sebesar Rp 228 juta.

Hal inilah yang membuat pelanggan PDAM Tirta Pinang tidak mendapatkan pelayanan air bersih karena aliran listrik sudah melakukan pemutusan sambungnya dari beberapa hari yang lalu.

“Sebagai dewan pengawas kami mohon maaf kepada masyarakat Pangkalpinang. Tapi kami akan meminta PDAM berbenah. Pemkot melalui Plt Walikota sudah melayangkan surat kepada PLN untuk bisa menyambung lagi aliran listrik ke PDAM Tirta Pinang dan segera melunasi hutang piutang tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah meminta penjelasan tersebut mengapa sampai bisa terhutang kepada PLN sebanyak itu. Dewan pengawas, kata dia, akan meminta laporan pertanggungjawaban termasuk penggunaan anggaran dan dimana letak kesalahan direktur dalam menjalankan tugasnya.

“Kami sudah menyurati Direktur PDAM Ady Setiawan pada tanggal 5 Januari 2017 dengan nomor surat 07/DP-PDAM/I/ 2017. Isi surat tersebut meminta Ady Setiawan untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatannya sehingga menyebabkan PDAM Tirta Pinang sampai terhutang,” jelasnya, kemarin.

Menurut Buntuk, begitu biasa Fahrizan disapa, jika Dirut PDAM tidak menyelesaikan permasalahan ini, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.

“Jika iya tidak bertanggung jawab atas hal ini maka kami akan merekomendasikan pemecatan secara tidak terhormat terhadap Dirut PDAM Tirta Pinang,”tegasnya.

Setelah melakukan sejumlah komunikasi dan koordinasi, dewan pengawas menjamin dalam beberapa hari kedepan air akan mengalir kerumah warga.

“Untuk permasalahan PDAM kami sudah memanggil Dirut PDAM untuk kedepan dilakukan skala prioritas penggunaan anggaran, hal-hal begini jangan sampai terjadi lagi, yang pasti besok pagi (hari ini-red) atau paling lambat dua hari, Insya Allah air sudah mengalir ke rumah-rumah masyarakat, setelah ada komunikasi antara Pemkot dan dewan pengawas serta PDAM dan PLN,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pangkalpinang, Achmad Amir mengatakan, pihaknya sudah meminta penjelasan kepada PDAM mengenai tunggakan tagihan PLN yang berakibat pada pelayanan kepada masyarakat.

Dari pengakuan Dirut PDAM, kata dia, memang kas saat ini sedang kosong karena piutang pelanggan. Namun menurut Amir, hal itu bukan menjadi alasan sehingga terjadinya polemik seperti itu.

“Kami akan mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini agar kedepan PDAM lebih baik lagi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi DPRD,”katanya.

Hingga berita ini diturunkan belum didapatkan klarifikasi dari Direktur Utama PDAM Tirta Pinang, Ady Setiawan terkait permasalahan tersebut. (bum/10)

Related posts