Dirut BUMD Bantah Perintahkan Nambang

  • Whatsapp

Polemik Pengusiran TI Laut Belo

MUNTOK – Direktur Utama BUMD Bangka Barat Sejahtera Yuli Sandra membantah memerintahkan ponton isap produksi (PIP) menambang timah di perairan Desa Belo Laut Kecamatan Muntok.
“Tidak ada instruksi untuk menambang di sana,”ujarnya kepada wartawan Rabu (1/2).
Menurut pria yang akrab disapa Bucui ini, kejadian beroperasinya atau adanya ponton di Belo Laut merupakan tindakan pribadi penambang. Mekanisme beroperasinya PIP harus ada persetujuan dari PT Timah karena merupakan IUP PT Timah dengan menerbitkan surat perintah kerja (SPK).
Masih dikatakannya, belum beroperasinya PIP dikarenakan terjadinya gejolak penolakan oleh masyarakat. Dengan adanya penolakan dari masyarakat maka pihaknya dan PT Timah belum melakukan penambangan. Dirinya mengharapkan penambang atau pemilik ponton bertanggung jawab atas terjadinya insiden penolakan di Belo Laut.”Karena bukan atas perintah kita maka segala sesuatunya tanggung resiko sendiri,”ungkapnya.
Bucui juga menegaskan kalau PIP beroperasi tanpa izin dari BUMD maka akan mendapatkan sangsi. Kalau pemilik PIP mau bekerja tanpa izin BUMD maka harus melepas semua atribut BUMD dan PT Timah yang ditempel di ponton.”Kalau mau bekerja tanpa izin dari kita ya tolong lepas dulu logo BUMD dan PT Timahnya jadi kita tidak disalahkan warga,”tandasnya.
Masyarakat Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat dibuat hilang konsentrasi mengurus bencana banjir dan jembatan putus. Hal itu dikarenakan masuknya 10 unit Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di laut setempat sejak Minggu (29/1).
Sebelumnya, warga yang sibuk membersihkan rumah dari sisa lumpur terpaksa meninggalkan pekerjaan mereka dan langsung berkumpul menuju pesisir pantai Air Belo.
Mereka berkumpul guna mengusir ponton TI rajuk yang ingin menambang pasir timah. Masyarakat Belo Laut sendiri sudah konsisten menolak semua jenis tambang laut.
Sunan salah satu warga mengatakan kalau laut merupakan tempat masyarakat mencari nafkah. Untuk itu dirinya minta agar penambang menarik semua ponton keluar laut Belo Laut.”Kami minta stop semua aktifitas penambangan jangan buat kami marah karena sekarang kami sedang dilanda musibah banjir,”ujarnya.
Sementara mantan Ketua BPD Belo Kamis enggan berbicara dan dia hanya memberi informasi saja kepada awak media kalau warga sudah berkumpul di pantai guna mengusir ponton TI rajuk.”Jangan ku lah yang laen bae,”tandasnya sembari menaiki sepeda motornya Minggu (29/1).
Aksi pengusiran oleh warga terus berlanjut hingga Senin (30/1) karena pekerja TI rajuk terus ngotot bekerja. Warga langsung ke laut dan menarik ponton TI rajuk menggunakan perahu nelayan namun hanya berhasil menarik 2 unit sisanya menjauh dari laut Belo.”2 ditarik nelayan dan 8 menjauh,”ujar Suhaidir saat menghubungi harian ini.
Camat Muntok Sukandi yang turun ke lapangan mengharapkan penambang menghentikan aktifitasnya karena terjadi gejolak. Dia berharap penambang menghormati keputusan masyarakat yang menolak apa lagi ini orang sedang sibuk ngurus musibah banjir.”Kita minta dihentikanlah jangan membuat suasana tidak kondusif,”ujarnya. (wan/6)

Related posts