Dirreskrimsus Turun Razia TI Apung

  • Whatsapp
Direktur Reskrimsus Polda Babel, Kombes Pol Mukti Juharsa ketika memimpin razia penambangan pasir timah ilegal di laut Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Selasa (4/4/2017) sore. Dari ratusan ponton TI apung hanya tiga tersangka ditangkap. (Foto: Bambang Irawan)

Amankan Pelaku dan Barbuk

PANGKALPINANG – Tim gabungan (Timgab) melakukan razia tambang inkonvensional (TI) apung di Perairan Desa Kedimpel, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (4/4/2017) sore.
Timgab tersebut terdiri dari Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Tipiter Ditreskrimsus) dan Subdit Gakkum Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Timgab yang melaksanakan razia itu dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Kombes Pol Mukti Juharsa dengan didampingi oleh Wadir Reskrimsus AKBP Firman, Kasubdit Tipiter AKBP Saptono dan Kasubdit Gakkum Ditpolair AKBP Irwan M. Ginting.
Selain itu, puluhan personel polisi dikerahkan dalam razia itu dengan menggunakan 5 unit kapal milik Ditpolair.
Polisi bergerak ke lokasi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB yang diberangkatkan dari Mako Dermaga Ditpolair.
Dirreskrimsus disela-sela penertiban TI apung itu mengatakan, razia terhadap TI apung dan penambang tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan kawasan laut dan TI-TI itu sudah meresahkan masyarakat sekitar.
“Kita melaksanakan operasi ini karena dapat merusak lingkungan. Laut ini milik kita bersama,” katanya.
Ia menegaskan, para pelaku dan barang bukti yang diamankan dalam razia itu akan diangkut ke Mako Polda Babel guna penyidikan lebih lanjut dan melakukan pengembangan atas kasus ilegal minning itu.
“Kita akan mengangkut mereka ke Polda Babel. TI apung dan TI rajuk ini merupakan TI ilegal, makanya kita tertibkan,” tegasnya.
Seorang penambang, Iswan ketika diwawancarai awak media mengaku, dirinya sudah selama satu tahun bekerja sebagai penambang TI apung di kawasan terlarang itu.
“Saya bekerja di TI ini karena tidak ada kerjaan lain, makanya terpaksa menambang. Dalam sehari hanya memperoleh sekitar 4 sampai dengan 12 kilogram,” ungkapnya.
Menurut pria yang mengaku masih lajang itu, pemilik TI apung tempat dirinya mengais rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari itu milik temannya sendiri.
“Ini TI teman saya dan sudah setahun saya bekerja di sini,” akunya.
Pantauan Rakyat Pos, razia TI apung dan TI rajuk di kawasan laut tersebut, personel polisi yang diterjunkan di beberapa titik lokasi.
TI apung mauppun TI rajuk yang terdapat di seputaran laut itu berjumlah puluhan unit.
Sebelumnya juga, aparat kepolisian telah melakukan razia namun hanya mengamankan dua unit ponton tanpa barang bukti (barbuk) pasir timah.
Razia tersebut sempat mendapatkan perlawanan dari para penambang maupun masyarakat sekitar, namun polisi berusaha untuk menenangkan massa agar tidak terjadi bentrokan.
Alhasil, dari razia itu polisi hanya mengamankan sekitar 3 tersangka penambang, namun belum menyita barang bukti. (bis/6)

Related posts