by

Direktur PT Indorec Sejahtera Akhirnya Ditahan

-NEWS-542 views

PANGKALPINANG – Direktur PT. Indorec Sejahtera, Ho Apriyanto alias Antoni kini akhirnya meringkuk di dalam sel Rutan Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sejak Kamis (13/9/2018).

Pemilik Pabrik Pengolahan Zirkon di Jalan SLA Dusun III Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka ini ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel usai menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai saksi.

“Sudah ditahan orangnya (Direktur PT. Indorec Sejahtera) dan sekarang ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Anggota kami untuk saat ini masih di pabrik menghitung BB (barang bukti) karena banyak,” tutur Kasubdit IV Tipiter, AKBP I Wayan Riko Setiawan mewakili Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Mukti Juharsa ditemui Rakyat Pos, Kamis (13/9/2018).

Ho Apriyanto alias Antoni akan ditahan selama 20 hari pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pertambangan mineral dan batu bara (Minerba) berupa pengolahan mineral ikutan.

“Tersangka akan kami tahan 20 hari. Kemarin kan baru diperiksa sebagai saksi dan hari ini kami panggil dan ditahan sebagai tersangka,” tegasnya.

Menurut Wayan, Pabrik Pengolahan Zirkon PT. Indorec Sejahtera kini sebagai direksinya oleh Ho Apriyanto alias Antoni yang baru beroperasi selama tiga bulan mengolah mineral ikutan.

“Take over perusahaan dan dia baru tiga bulan beli pabrik ini. Dia membelinya zirkon ini dari masyarakat sekitar dan yang lainnya juga. Nanti akan kita dalami lagi,” jelasnya.

Dalam berita sehari sebelumnya, sebanyak 1109 ton mineral ikutan yang terdiri dari Zirkon, Elminite dan Monazite diamankan aparat Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Pabrik Pengolahan Zirkon PT. Indorec Sejahtera di Jalan SLA Dusun III Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Rabu (12/9/2018) sekira pukul 14.00 WIB.

Penggerebekam pabrik mineral ikutan diduga milik Ho Apriyanto alias Antoni selaku Direktur PT. Indorec Sejahtera tersebut dipimpin Wadir Reskrimsus AKBP Indra Krismayadi.

Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im menuturkan, Subdit Tipiter bermula hanya melakukan pengecekan pabrik pengolahan mineral ikutan itu. Tetapi, didalam pabrik ditemukan tumpukan mineral ikutan diduga ilegal.

“Pengecekan polisi di lokasi tersebut didapatkan bahwa di pabrik ini diduga telah melakukan kegiatan pembelian, penampungan dan pengolahan mineral ikutan menurut keterangan direkturnya sudah dimulai sejak Bulan Juni 2018. Mineral ikutan yang diolah adalah Zirkon, Elminite dan Monazite,” tutur Kabid Humas kepada wartawan, Rabu malam.

Adapun jumlah zirkon yang ada di dalam gudang tersebut sekitar 100 Ton, 1000 Ton Elminite dan Monazite mencapai 9 Ton.

“Perusahaan PT. Indorec Sejahtera ini diduga membeli mineral ikutan dari masyarakat Selindung Pangkalpinang. Perizinan yang wajib dimiliki oleh pabrik ini dalam melakukan kegiatan usaha pertambangan berupa pengolahan dan pemurnian mineral tersebut diantaranya perjanjian kerja sama dengan perusahaan pemegang IUP-OP dan perizinan berupa IUP Operasi Produksi Khusus untuk Pengolahan dan Pemurnian,” tegasnya.

Perusahaan ini, menurut Abdul Mun’im hanya memiliki akte pendirian dan perubahan perusahaan, SITU, SIUP, tanda daftar perusahaan (TDP), Surat Izin Gangguan (SIG), Ijin lokasi dari Tata Ruang dan Lembaga Penanaman Modal (LKPM).

“Kami juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Ho Apriyanto alias Antoni selaku Direktur. Perusahaan tersebut hingga saat ini belum memiliki perizinan berupa Nota Kesepahaman atau perjanjian kerja sama dengan Pemegang IUP yang telah memuliki sertifikat Clean and Clear (CnC) dan perizinan berupa IUP OP Khusus untuk Pengolahan /Pemurnian yang diterbitkan oleh Gubernur dan diduga kegiatan usaha pertambangan yang dilakukan oleh PT. Indorec Sejahtera ini merupakan suatu peristiwa pidana karena melanggar ketentuan perundang – undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 atau Pasal 161 UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba,” tukasnya. (bis/6)

Comment

BERITA TERBARU