by

Direktur Bank Artha Graha Ditahan

-NEWS-3,020 views

Tim Leader dan Dua Karyawan Ikut Tersangka
Diduga Terlibat Transaksi Palsu Perbankan

PANGKALPINANG – Prestasi gemilang dan kasus perdana dalam menangani dugaan tindak pidana perbankan, ditoreh jajaran Subdit 2 Fiskal, Moneter dan Devisa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Fismondev Ditreskrimsus Polda Babel).
Tak tanggung-tanggung, meski kasus pertama kali, sosok Direktur Bank Artha Graha Internasional, Tbk Kantor Cabang Pangkalpinang, WC ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam dugaan tindak pidana perbankan oleh penyidik Subdit 2 Fismondev, Selasa siang (13/3/2018).
Selain sang direktur cabang, satu orang tim leader yakni W dan dua karyawan Bank Artha Graha diantaranya R dan E, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Kini empat orang karyawan bank swasta yang cukup ternama itu telah meringkuk di sel Rutan Mapolda Babel dalam proses penahanan.
Direktur Reskrimsus Polda Babel, Kombes Pol Mukti Juharsa menjelaskan, perkara perbankan oleh Artha Graha Internasional ini merupakan dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh direksi dan beberapa anak buahnya dalam hal penyelewengan dana.
“Jadi, kasus ini termasuk dalam Undang-undang Perbankan dan tetap kita proses. Untuk saat ini, ada empat orang yang kita amankan karena terbukti secara bersama-sama merugikan Bank AG,” beber Mukti saat ditemui sejumlah awak media, Selasa sore di ruang kerjanya.
Untuk nilai kerugian, menurutnya telah ada tetapi mesti dilakukan audit lagi. Tidak hanya itu, Mukti menyebutkan ada juga dugaan manipulasi data serta pemalsuan surat/dokumen yang diduga sengaja dilakukan oleh komplotan pegawai serta direksi cabang bank itu.
“Yang pasti, ada manipulasi data serta pemalsuan surat-surat dokumen yang dibuat oleh mereka. Modus mereka, DP (uang muka-red) yang dibayar oleh nasabah seharusnya Rp6,5 juta, tetapi disetorkan sama dia ke Bank AG hanya Rp4 juta dan sisanya Rp2 juta dimasukkan ke rekening mereka dengan perusahaan sendiri,” tutur Dirreskrimsus.
Mukti menuturkan, nasabah yang dirugikan dalam kasus ini sudah mencapai 70 orang dan banyak nasabah yang telah membayar DP sebanyak Rp10 juta.
“Tiba-tiba, di Bank AG hanya Rp6 juta, makanya masih banyak yang perlu kita audit lagi. Mereka lakukan itu sudah cukup lama, mungkin sekitar tiga bulan yang lalu,” ungkapnya.
Sedangkan Kasubdit Fismondev, AKBP Wahyudi Rahman menambahkan, terungkapnya kasus dugaan laporan transaksi palsu di Bank Artha Graha Cabang Pangkalpinang ini sejatinya berdasarkan hasil audit internal bank itu sendiri.
“Para tersangka melakukannya sejak Maret 2017 sampai sekarang dan baru diketahui setelah dilakukan audit. Mereka akan disangkakan dengan Tindak Pidana Perbankan telah melanggar Pasal 49 ayat 1 Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan,” tegasnya.
Wahyudi menyebutkan, kerugian bank dan nasabah akibat dari perbuatan keempat tersangka berdasarkan hasil audit internal bank disinyalir sebesar Rp316 juta.
“Jadi, berdasarkan hasil audit internal bank, ya. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sini (Rutan Polda Babel) sejak siang tadi,” pungkasnya sembari menambahkan keempat komplotan pelaku transaksi palsu bank itu diancam pidana kurungan penjara minimal 5 tahun. (bis/1)

Comment

BERITA TERBARU