Dinsos dan PMD Luncurkan Joker SI PKH

  • Whatsapp
Inisiator Joker SI PKH, Meza Desnita saat menyampaikan materi dalam kegiatan peluncuran laman Pojok Layanan Informasi Program Keluarga Harapan.(foto: istimewa).

 

MANGGAR – Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur meluncurkan laman Pojok Layanan Informasi Program Keluarga Harapan (Joker SI PKH). Laman di media sosial ini ditujukan untuk memberikan informasi sekaligus menyerap pengaduan serta aspirasi terkait PKH di Kabupaten Beltim.

Inisiator Joker SI PKH, Meza Desnita mengatakan, adanya laman untuk memudahkan warga terutama Keluarga penerima manfaat untuk mengakses informasi. Di laman tersebut, warga juga bisa mengadukan jika ada bantuan yang salah sasaran.

“Semua data pengirim atau informan kita rahasiakan. Namun apa yang ditanyakan atau disarankan akan segera ditindaklanjuti,” kata Meza saat melakukan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Peningkatan Koordinasi Pelayanan PKH di Kabupaten Belitung Timur bersama dengan para aparatur kecamatan, aparatur desa, Bhabinkamtibmas, TKSM dan TKSK di Kantor Camat Gantung, Senin (21/10/2019).

Diakui Meza, informasi baik mengenai aturan teknis PKH banyak yang belum diketahui oleh masyarakat terutama Keluarga Penerima Manfaat. Bahkan saat dilakukan sosialisasi ke 7 kecamatan, kebanyakan para perangkat desa belum memahami detail seluk beluk PKH.

“Kita akui di bawah itu masih ada suara-suara sumbang, dalam artian mungkin mereka ingin memperkarakan bantuan ke penerima yang tidak layak. Cuman mereka masih bingung gimana caranya melaporkan, di laman inilah nanti wadahnya,” ungkap Meza.

Selain lewat laman Facebook, Dinsospemdes Beltim juga akan menempelkan nama-nama keluarga penerima bantuan di papan pengumuman yang ada di setiap desa dan ruang publik. Tujuannya masyarakat dapat menjadi control langsung terkait bantuan bagi keluarga penerima manfaat.

“Data-data by name and adrees itu kita taroh supaya masyarakat bisa melihat dan mengevaluasi. Jika ada yang kurang tepat mereka bisa langsung memberikan tanggapan dan mengkontrol agar data yang ada lebih tepat dan bantuan tepat sasaran,” ujar Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas Keluarga tersebut.

Saat ini di Kabupaten Beltim setidaknya terdapat 2.639 Keluarga Penerima Manfaat. Tahun 2019 ini Kementerian Sosial akan menambah kuota menjadi 611 keluarga. (yan/kmf/3).

Related posts