Dinsos Babel Pendekatan ke Sekolah Inklusif di Belinyu

  • Whatsapp
Kadinsos Babel Aizs Harahad foto bersama anak-anak berkebutuhan khusus di SLB YPN Belinyu, Selasa (21/1/2020).(foto: istimewa).

RAKYAT POS.COM, BELINYU – Salah satu langkah nyata memberikan dorongan agar tetap selalu bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah inklusif yang ada di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Babel.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di SLB YPN Belinyu, Selasa (21/1/2020), ragam kegiatan penjangkauan meliputi layanan screening kesehatan, penyuluhan sosial serta observasi terapi wicara dan konsultasi psikologi diselenggarakan.

Guru, para Orang Tua anak berkebutuhan khusus, ikut hadir, dengan tujuan bagaimana menciptakan lingkungan yang ramah, apa itu lingkungan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus.

Aziz Harahad selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Babel menjelaskan, Lingkungan yang Ramah adalah suatu kondisi lingkungan yang memungkinkan anak tumbuh dan berkembang secara wajar serta dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara nyaman dan terbuka.

Baca Lainnya

Anak berkebutuhan khusus, lanjut dia, adalah anak yang mengalami keterbatasan keluarbiasaaan baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh signifikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.

Penanganan anak berkebutuhan khusus, dikatakan Azis, membutuhkan perjuangan ekstra dan tak hanya pengetahuan dalam membimbing, tetapi juga butuh kesabaran, dalam praktiknya. “Kegiatan ini memberikan persepsi baru bagi orang tua dan guru dalam mendidik anak-anak dan juga memupuk rasa berempati,” ujarnya.

Beberapa kasus yang kerap hadir di media, disebutkannya, menjadi salah satu alasan para orang tua khawatir menyekolahkan putra atau putri mereka yang berkebutuhan khusus di sekolah formal, dan berbuah bullying, karena tidak semua orang dapat menerima keesentrikan mereka.

Oleh karena itu Aziz Harahad mengajak para orang tua dan guru untuk tidak henti-hentinya menggali bakat yang masih tersimpan di anak didik mereka, dan ini merupakan jalan panjang yang bukan semata-mata tanggungjawab mereka, Pemerintah Provinsi Kepuluauan Bangka Belitung siap dan hadir dalam pengentasan masalah sosial.

Disaat yang sama Kepala Sekolah SLB YPN Belinyu Rika Perawati mengatakan bila terbersit rasa ketidakterimaan orang tua terhadap kondisi anak nyatanya akan membawa mereka pada fase pengabaian anak itu sendiri, sehingga anak jadi terabaikan.

Pada usia itu, diuraikannya, anak berkebutuhan khusus justru sedang membutuhkan sosok orang yang dapat dipercaya dan memberikan pengasuhan yang layak dan baik. Pada akhirnya anak akan tahu mana figur yang hanya mengasihani atau menyanyangi mereka tulus apa adanya. Mari bersama membangun masa depan anak berkebutuhan khusus,” ajak Azis. (vip/3).

Related posts