Dinkes Imbau Masyarakat Warga Selektif Pilih Makanan

  • Whatsapp

KOBA – Pada bulan puasa biasanya marak dengan jajakan makanan yang terjual di pinggir-pinggir jalan. Bahkan setiap sore banyak masyarakat membeli jajanan tersebut untuk menu berbuka puasa.

Menanggapi banyaknya jajanan menu berbuka puasa yang dijual itu, Dinas Kesehatan Bangka Tengah mengimbau kepada warga lebih selektif untuk membeli aneka jajanan puasa yang banyak dijual di pinggir jalan.

“Kami mengimbau warga lebih teliti dan selektif membeli jajanan berbuka puasa. Untuk menghindari makanan kedaluwarsa yang dapat mengganggu kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Bahrun R Siregar, Kamis(16/05/2019).

Pihaknya Dinas Kesehatan Bateng akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jajanan puasa apakah layak atau tidak untuk dikonsumsi.

“Konsumen harus mengantisipasi ada jajanan yang mengandung zat berbahaya, bahan pengawet maupun zat pewarna yang berlebihan,” ucapnya.

Ia mengingatkan kepada para pembeli juga tidak lupa untuk mengecek adanya kemungkinan jajanan yang kedaluwarsa atau sudah basi, sehingga tidak layak dikonsumsi.

“Maka kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati membeli makanan dan minuman berbuka puasa, terutama untuk warna mencolok karena biasanya mengandung zat pewarna,” ucapnya.

Ia menjelaskan, ciri-ciri lain makanan dan minuman yang berbahaya yaitu warna yang mulai pudar dan produk mengeluarkan cairan hingga menyebabkan perubahan pada bentuk fisik aslinya.

Makanan dan minuman berbahaya untuk berbuka puasa bisa dikenali dari warna, bau dan bentuk fisiknya.
“Maka kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati membeli makanan dan minuman berbuka puasa, terutama untuk warna mencolok karena biasanya mengandung zat pewarna,” tukasnya. (ran/3).

Related posts