by

Dikepung Api, Soleh Akhirnya Meninggal

-NEWS-81 views

Korban Kebakaran Warung Tahu Sumedang

MANGGAR – Setelah sempat dirawat intensif selama satu hari di RSUD Kabupaten Belitung Timur (Beltim), M. Soleh (17) pekerja di warung Tahu Sumedang di Jalan Tengah Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang Beltim Selasa pagi (9/1/2018) akhirnya meninggal dunia.
Korban kebakaran ini Senin petang (8/1/2018) dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Sekitar 70 persen tubuhnya menderita luka bakar dan nyawanya tidak bisa tertolong.
Saat ditemui RAKYAT POS, Selasa (9/1/2018) siang di sekitar ruangan IGD RSUD Beltim, Masyudi, penanggung jawab pekerja di Warung Tahu Sumedang, menceritakan detik-detik insiden kebakaran di dapur warung tersebut.
Masyudi menyebutkan, Soleh menderita luka bakar setelah tubuhnya terpercik semburan minyak tanah yang kemudian disambar api. Insiden itu terjadi saat Warung Tahu Sumedang sudah mau tutup sekitar pukul 17.00 WIB, Senin sore. Saat itu, M. Soleh dan korban lainnya, Bayu Lesmana (23) sedang bersiap membersihkan dapur penggorengan tahu.
Namun, saat Soleh hendak membuka baut keran tabung angin kompor minyak yang menggunakan tenaga angin untuk mengalirkan minyak tanah ke tungku penggorengan guna membersihkan kompor, tiba-tiba saja semburan minyak mengenai tubuhnya.
“Minyak tanahnya mau dikuras dari tabung, mau dibuang. Ternyata pas mau buka, minyaknya nyembur. Kemungkinan saat mau dibuka, anginnya belum habis. Jadi waktu dibuka bautnya, nyembur minyaknya, kena badannya. Tungkunya juga masih panas,” kata Masyudi didamping pekerja lainnya, Sandi yang sedang menunggu korban Bayu menjalani perawatan intensif.
Menurut Sandi, begitu minyak tersebut keluar dan mengenai badan Soleh, api dari tungku langsung menyambar di hampir sekujur? tubuh korban. Api juga menyambar barang yang ada di dapur.
“Kalau Bayu ini posisinya agak di luar, dekat pintu keluar. Waktu kena semburan api dia cepat keluar, nah Soleh ini terjebak dalam ruangan, sebelum ditolong,” ujarnya.
Akibatnya, korban Soleh terkepung api dan seisi bangunan dapur warung ludes terbakar, bahkan hanya tinggal puing. Beruntung api bisa cepat dijinakan sebelum lebih membesar. Namun dua orang mengalami luka bakar parah, dengan kerugian akibat kebakaran mencapai puluhan juta rupiah.
“Api melalap perabotan dapur, sembako dan minuman. Berdasarkan keterangan saksi, kerugian diperkirakan sekitar Rp50 juta, api berhasil dipadamkan sekiar pukul 17.45 WIB,” ujar Koordinator Tagana Beltim, Mahroni Hidayat, Senin malam lalu.
Rencananya, jenazah Soleh akan dipulangkan ke kampung halamannya, di Sumedang, Jawa Barat. Kini, Masyudi, penanggung jawab pekerja Warung Tahu Sumedang mengaku sedang mengurus segala keperluan untuk pemulangan jenazah.
“Sedang diurus keberangkatanya untuk dipulangkan ke kampung halamannya, Sumedang. Kami masih menunggu bos yang dari cabang Bangka?,” kata Masyudi.
Sedangkan Bayu akan tetap dirawat di RSUD Beltim. Masyudi mengatakan, bahwa kondisi Bayu dinyatakan dalam keadaan sadar, dengan luka bakar lumayan parah. “Luka bakarnya 40 persen. Dari pertengahan badan ke bawah itu kena luka bakar. Sadar dia. Mudah-mudahan cepat membaik,” tukasnya.
Menurut dia, Warung Tahu Sumedang memperkerjakan 10 pekerja. Semuanya adalah pekerja dari Garut dan Sumedang. Dengan rincian bagian jual 2 pekerja, bagian produksi 2 pekerja, dan bagian lainnya.
“Nah yang kecelakaan ini bagian penggorengan. Bayu itu sudah dua tahun bekerja, Soleh ini baru sebulan,” Masyudi. (dot/1)

Comment

BERITA TERBARU