Dikecam, Halloween Party di Tongaci Batal

  • Whatsapp
Ketua BKPRMI Bangka, Hari Subari

Hari: Tidak Sesuai Syariah Islam

SUNGAILIAT – Panitia De’locomotief Halloween Party 2019 terpaksa membatalkan kegiatannya setelah dikecam oleh salah satu komunitas agama di Kabupaten Bangka beberapa hari lalu. Sebelumnya panitia akan menggelar kegiatan tersebut di Pantai Tongaci pada Sabtu (2/11/2019) mendatang.

Manager HRD De’locomotief Pantai Tongaci, Edo Firdaust mengatakan pembatalan itu dilakukan untuk menjaga situasi di wilayah Kabupaten Bangka agar tetap aman dan kondusif.

“Kegiatan ini sebenarnya untuk membantu pemerintah daerah dalam memajukan pariwisata daerah di Kabupaten Bangka, namun karena ada sesuatu hal maka kita batalkan untuk menjaga ketertiban dan Bangka tetap kondusif,” ungkapnya, Senin (28/10).

Dia mengatakan untuk menampung aspirasi kaum milenial agar lebih berekspresi dalam penciptaan kostum terunik dan seni tradisional topeng bangka.

“Sebetulnya acara yang akan diselenggakan positif untuk kaum milenial karena pada kegiatan tersebut kami dapat menampung aspirasi kaum milenial untuk berekspresi namun kepanitiaan salah dalam memilih judul sehingga bardampak salah satu komunitas agama yang ada, padahal tidak ada niat sedikitpun untuk merayakan hari besar suatu kaum,” ungkap Edo.

Pihaknya juga meminta maaf serta mengharapkan agar kedepan kerukunan umat beragama di Kabupaten Bangka agar tetap terjaga.

“Pada kesempatan ini kami Owner de’locomotief Tongaci Beach beserta Panitia Pelaksanaan de’locomohef Halloween Party mohon maaf sebesar-besarnya semoga Kabupaten Bangka, Bumi Sepintu Sedulang yang kita cintai ini akan tetap kondusif, aman dan tercipta kerukunan antarumat beragama yang hakiki,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bangka, Hari Subari menolak keras dengan diselenggarakannya acara Halloween Party di Pantai Tongaci.

“Kita (BKPRMI) berkoordinasi dengan lembaga dakwah yang lain diwilayah Kabupaten Bangka bahwa kita akan bersama-sama bersilaturahmi ke pemberi izin, kita akan bertanya apa dasarnya memberi izin terlaksananya kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya kegiatan Halloween Party tersebut tidak sesuai dengan syariat Islam yang pastinya akan merusak akhlak remaja muslim di Bangka.

“Kegiatan ini adalah kegiatan memuja setan, sasarannya adalah tidak lain tidak bukan remaja muslim. Budaya nonmuslim tetapi pengikutnya remaja muslim kan aneh,” imbuh Hari.

Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bisa saja dilaksanakan tetapi dengan syarat harus diseleksi terlebih dahulu para peserta yang ikut didalamnya.

“Kalau mau dilaksanakan silahkan tetapi harus diseleksi dan dikhususkan bagi nonmuslim tetapi kami akan tetap menolak karena mayoritas di Bangka ini adalah muslim, kepada remaja-remaja muslim khususnya jangan melakukan kegiatan-kegiatan diluar syariah, karena kalau kita mengikuti kegiatan tersebut disitulah azab Allah akan turun,” tegasnya.(mla/6)

Related posts