Dikabarkan Kabur dari Siloam, OTG Covid-19 Dirujuk untuk Melahirkan

  • Whatsapp
Juru bicara Tim Gugus Tugas Kabupaten Bangka Tengah, dr. Bahrun. (Foto: M Tamimi)

RAKYATPOS.COM, KOBA – Kabar mengejutkan merebak di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Seorang wanita yang terdaftar menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG) terkait Covid-19, dikabarkan kabur dari Rumah Sakit Siloam di Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa pagi (13/5/2020).

Tidak hanya itu, suami wanita berinizial RC (29) ini disebut-sebut positif terpapar Covid dari hasil Rapit Tes yang Reaktif. Demikian juga RC yang tengah hamil dengan usia kandungan 40 minggu juga Reaktif.

Rencana awal, pasangan suami istri warga Cambai, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah ini akan melakukan operasi cecar di RS Siloam. Namun karena pasien Reaktif hasil Rapid Tesnya, pihak rumah sakit hendak menerapkan operasi dengan protokol Covid-19. Tetapi kemudian ditolak oleh pasien. Akhirnya, pasien RC dirujuk ke RSUD Bangka Tengah.

Menindaklanjuti informasi terkait ada OTG bernama RC (29) yang kabur ini, mendapat tanggapan dari Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Copid-19 Bangka Tengah, dr. Bahrun R Siregar.

Baca Lainnya

Menurutnya, pasien yang dirawat di RS Siloam itu bukan kabur seperti kabar yang menyebar di publik. Namun yang bersangkutan karena hamil, maka dirujuk ke RSUD Bangka Tengah untuk persiapan melahirkan.

“Pasien itu bukan kabur, tapi dirujuk ke rumah sakit kita (RSUD Bateng-red) karena hamil untuk persiapan melahirkan. Sekarang dalam perjalanan menuju ke Koba,” ujar Bahrun, Selasa (12/05/2020) tadi siang.

Tak hanya itu, Bahrun membantah ketika ditanya soal suaminya RC yang disebut-sebut positif terkonfirmasi Covid-19.

“Kalau suaminya nggak benar disebut positif, nggak ada,” terangnya.

Meski dirujuk kata Bahrun, pasien RC tetap dimonitor karena masuk OTG Covid-19.

“Pasien yang dirujuk tetap kita awasi dan dimonitor,” pungkasnya. (ran/1).

Related posts