by

Diingatkan, Masyarakat Gunakan Hak Pilih

-Politik-315 views

PANGKALPINANG – Direktorat Politik Dalam Negeri mengadakan dialog publik bersama puluhan mahasiswa dan stakeholder terkait. Dialog dengan tema “Sukses Agenda Demokrasi Pemilu Serentak 2019” itu, digelar di Hotel Bumi Asih, Kamis (31/5/2018).

Kasubdit Direktorat Pendidikan Etika dan Budaya Politik Cahyo Ariawan mengatakan, dialog publik tersebut digelar untuk memberikan sosialisasi dan kesadaran kepada masyarakat, dalam menghadapi Pilkada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019.

“Pada prinsipnya menjelang tahun politik yang akan dilaksanakan Pilkada dan Pemilu serentak, kita dapat mensosialisasikan yang pertama Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang kedua, memberikan kesadaran kepada masyarakat arti pentingnya pencoblosan untuk memilih pimpinan kita lima tahun kedepan,” kata Cahyo.

Lebih lanjut Cahyo berharap, adanya saling interaksi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat tentang regulasi dari pemerintah pusat, agar dapat dipahami oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini kita harapkan saling adanya interaksi antar- pemerintah dan pemerintah daerah dan masyarakat, karena apa yang menjadi regulasi yang ada di pusat sana itu harus dipahami oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Implementasi Kebijakan Politik Bangun Sitohang menambahkan, dalam berdemokrasi harus berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. “Kalau bicara bangsa dan negara dalam berdemokrasi, konsep dasarnya Pancasila dan UUD 1945. Pancasila sebagai landasan ideal memiliki perjanjian luhur dan dibutuhkan warisan nilai-nilai perjuangan itu sendiri,” katanya.

Lebih lanjut ia menilai, Bangsa Indonesia saat ini kehilangan keteladanan dan silahturahmi. “Yang hilang dalam bangsa ini ada dua. Keteladanan dan silahturahim. Maka dari itulah kebhinekaan perlu dirawat,” ujarnya.

Ia pun berharap, masyarakat harus dewasa dalam berpolitik dan dapat menempatkan kepatutan dan kepantasan. “Kita harus berdewasa dalam berpolitik. Tidak memaksakan kehendak, tidak mengakui diri kita paling hebat dan yang paling penting harus dapat menempatkan kepatutan dan kepantasan,” tutupnya. (ron/10)

Comment

BERITA TERBARU