Diharapkan Siswa SMAN 1 Lepong Bisa Baca Alquran

  • Whatsapp
Kepala SMAN 1 Lepar Pongok sedang menggelar rapat berkenaan dengan Program Pembentukan Karakter Siswa.(foto: istimewa).

TOBOALI – Sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah, SMAN 1 Lepar Pongok memiliki komitmen bahwa kegiatan pendidikan di sekolah harus berjalan secara holistik yang mencakup penguatan sikap atau karakter, peningkatan akademik, dan pengembangan keterampilan. Hal ini sejalan dengan visi sekolah yang mengedepankan lahirnya peserta didik yang berkarakter dan berprestasi yang dilandasi Iman dan Taqwa.

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sebuah usaha relevan. Salah satunya adalah program baca Alquran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberantas rantai buta baca Alquran bagi peserta didik SMAN 1 Lepar Pongok. Program ini juga bertujuan meningkatkan giat baca Alquran bagi peserta didik.

“Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh peserta didik (Siswa-red) SMAN 1 Lepar Pongok nantinya tidak ada yang tidak bisa baca Alquran. Program ini juga bermaksud mengintensifkan kegiatan baca Alquran bagi anak-anak kita di rumah masing-masing. Sehingga akan mengurangi waktu mereka (peserta didik-red.) keluyuran di malam hari,” jelas Jasman, Kepala SMAN 1 Lepar Pongok dalam rilisnya kepada harian ini Rabu (2/10/2019).

Menurutnya, SMAN 1 Lepar Pongok perlu melakukan sinergitas dengan komite, orang tua peserta didik, dan masyarakat. Untuk itu, salah satunya perlu melakukan kerja sama dengan guru-guru ngaji di wilayah Kecamatan Lepar Pongok.

Program ini diamini oleh Komite SMAN 1 Lepar Pongok. Hambali Djusman menjelaskan, program ini sangat positif. Karena selama ini masih ada beberapa peserta didik yang tidak bisa baca Alquran.

“Kegiatan ini juga akan mengurangi aktifitas tak bermanfaat anak-anak, seperti bermain game dan nongkrong tak bermanfaat,” Tambah Hambali.

Terpisah, sebanyak 40 orang guru tenaga pendidik SMPN 1 dan SMPN 3 Simpang Rimba mengikuti workshop sistem penjamin mutu pendidikan dengan tema “Penguatan Proses Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Penilaian HOTS”.

Kegiatan selama 4 hari ini, dimulai pada 2 – 5 Oktober 2019 bertempat di ruang Pertemuan SMPN 1 Simpang Rimba. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Ardiyansah yang sekaligus membuka kegiatan workshop, mengapresiasi workshop yang digelar oleh kepala sekolah dan para guru SMPN 1, SMPN 3 Simpang Rimba dan juga guru SMPN 5 payung.

“Workshop atau Diklat ini sangat penting dalam rangkat meningkatkan kompetensi Bapak Ibu guru. Kegiatan seperti ini lah sangat kami harapkan untuk seluruh guru guru di Bangka Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Simpang Rimba, Samsiar selaku penanggung jawab kegiatan workshop mengatakan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada guru sebagai tenaga pendidik dalam meningkatkan pengetahuan tentang proses penyusunan perangkat pembelajaran.

Workshop ini, menghadirkan narasumber Basuki Rahmat dan Yadi. Turut hadir pada workshop tersebut Kepala SMPN 3 Simpang Rimba Miranda serta para guru SMPN 1 dan SMPN 3. (raw/3)

Related posts