Diduga Kumpul Kebo, Warga Gerebek Rumah Janda

  • Whatsapp

Masih Berulah, Diminta Angkat Kaki

Foto ilustrasi

RAKYATPOS.COM, PEMALI – Lantaran kerab menerima kunjungan laki – laki yang bukan muhrimnya, BB (42) seorang janda di Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus berurusan dengan aparat desa karena dilaporkan warga sekitar rumah kontrakannya.

Seorang warga kepada wartawan Kamis (28/5/2020) mengatakan, gerak gerik BB memang sudah menjadi sorotan warga sejak ia tinggal di Gang Andalas, Desa Karya Makmur selama 1,5 bulan.

“Dia ini sejak 1 bulan setengah tinggal di kontrakan dekat rumah kami. Dan memang sering menerima kunjungan dari teman laki laki hingga larut malam. Bahkan selama bulan puasa kemarin. Laki laki itu suka pulang subuh,” ujar salah satu warga.

Baca Lainnya

Dan Selasa (26/5/2020) malam sekitar pukul 23.00 WIB kontrakan BB pun sempat dihampiri warga, RT, kepala lingkungan, kepala dusun, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP. Namun saat itu, selain teman laki lakinya yang diketahui berinisial A, ada orang lain yang ada di dalam rumahnya.

Baru kemudian Rabu (27/5/2020) pagi BB memenuhi panggilan pihak aparatur desa untuk dimintai keterangan yang disaksikan perangkat desa, Kadus dan RT.

Ketua RT 003, Haidir kepada rakyatpos.com tadi malam membenarkan adanya keresahan warga mengenai gerak gerik Sang Janda. Hingga akhirnya Selasa malam dilakukan penggerebekan.

“Iya ada warga yang lapor kepada saya. Memang sering ada mobil Hilux yang suka datang. Kita gak tau lah berselingkuh apa tidak. Tapi kedatangannya memang sudah diluar jam kunjung. Sudah didatangi dan dikasih arahan di kantor desa, ibu itu sudah mengakuinya,” jelas Haidir.

Menurut Haidir, apabila yang bersangkutan masih melakukan perbuatan yang membuat warga resah, maka warga kepada dirinya meminta agar BB angkat kaki dari tempat tinggalnya saat ini.

“Warga ini meminta kalau masih mengulangi, dia (BB – red) harus pindah. Kami sudah menerapkan jam kunjungan yakni sampai jam 22.00 WIB. Kita tidak mau sampai terjadi fitnah,” tegasnya.

Namun menurut warga sekitar, usai dipanggil aparat desa, Rabu malamnya sekitar pukul 22.00 WIB, kontrakan BB kembali dikunjungi laki laki yang diketahui sudah beristri tersebut.

Lantaran gerah dengan ulahnya, warga pun mendatangi kembali kediaman BB dan mengambil dokumentasi terang – terangan sehingga tak lama berselang A pun meninggalkan kediaman BB.

Kepala Desa Karya Makmur, Yusni Thamrin kepada wartawan tadi malam membenarkan ada bentuk keresahan warga atas ulah janda ini. Yusni mengatakan pihak wanita sudah memenuhi panggilan pihak desa dan mengakui perbuatannya. Sudah juga diberikan peringatan dan arahan.

“Kemarin itu memang ada laporan seperti itu. Jadi Bhabinkamtibmas desa melapor kepada saya. Saya mengkonfirmasi kepada RT. Tapi malam itu ketika hendak didatangi sudah gak ada lagi. Jadi besoknya kami lakukan mediasi di kantor desa dihadiri Kadus, Bhabin, RT setempat. Sudah clear hari itu. Si ibu mengakui perbuatannya. Namun belum sempat dibuat surat pernyataan karena hari itu baru sekedar ultimatum untuk menjaga kamtibmas di desa kami. Tapi kalau selanjutnya masih berulah akan kami tindak tegas dan tetap kami pantau terus,” tegas  Yusni Thamrin. (2nd)

Related posts