Didikan Seperti Apa yang akan Kita Berikan ?

  • Whatsapp

Oleh: Dian Pertiwi
Lulusan Pendidikan Guru SD di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Di zaman sekarang, kita banyak melihat kejadian-kejadian yang membuat pilu hati orang tua karena anak-anaknya. Apalagi banyak sekali kasus di sekolah seperti anak murid yang kurang ajar dengan gurunya di sekolah. Terkadang haruskah kita menyalahkan guru di sekolah atau didikan orang tua mereka di rumah ?
Sebagai perempuan kita kelak akan menjadi seorang ibu jika sudah menikah dan mempunyai anak. Suatu amanah yang besar yang diberikan Allah kepada kita yang telah menitipkan seorang anak kepada perempuan. Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Jika kita mempersiapkan dari sekarang dengan baik, maka sama halnya kita mempersiapkan cikal bakal bangsa berakar kebaikan. Dengan kata lain, ketika ingin memperbaiki suatu Negara dan bangsa, maka harus dimulai dari rumah. Why ? Karena di dalam rumah ada madrasah yakni ibu. Berbanggalah wahai miakku. Penulis yakin kalian akan menjadi ibu yang hebat dalam mendidik anak.
Ketika sudah mempunyai anak dan memasuki masa sekolah, pastinya kita ingin memberikan didikan yang baik untuk anak kita kelak. Menurut pengamatan kecil Penulis, didikan orang tua pastinya banyak ragam. Apalagi kita sudah memasuki zaman yang modern berbeda dengan kita zaman old istilahnya. Boleh saja kita akan mendidik anak dengan gaya didikan orang tua kita dulu, Penulis rasa itu tidak masalah.
Salah satu yang membuat orang tua terlena dengan didikan sekarang, adalah orang tua sekarang tidak menyadari bahaya gadget untuk anak mereka. Boleh saja kita memberikan gadget untuk mereka, dengan syarat harus dibatasi main gadget. Misalnya, bermain gadget hanya boleh bermain setiap hari minggu, memang tidaklah mudah untuk mendidik seperti ini, tapi bukankah anak-anak itu akan mudah mengikuti kebiasaan kita. Maka, secara tidak sadar anak kita pun akan terbiasa dengan peraturan yang telah kita buat. Bukan berarti gadget itu “negatif” untuk anak kita, Penulis rasa banyak permainan yang dibuat khusus yang akan merangsang stimulus otak anak. Asal sebagai orang tua kita mampu mengontrol bermain gadget untuk anak kita kelak.
Satu contoh lagi, anak-anak sudah mengalami mata minus ketika masih duduk di sekolah dasar. Ada timbul perasaan kasihan dengan mereka. Bayangkan mata sudah sipit ditambah kaca mata minus tiga ajaibnya. Sudah sipit ditambah kaca mata pula. Karena gurunya yang terlalu kepo ini, alasan kenapa mereka memakai kaca mata adalah pengaruh gadget. Apalagi anak didik Penulis kelas lima, isi status whatsaap mereka adalah video-video alay dengan aplikasi LIKE. Terkadang Penulis pun berpikir, siapa sih yang bikin aplikasi ini dan membuat anak-anak SD jadi alay. Beruntunglah kita lahir di tahun 90-an, dimana kita dulunya bermain di kali yang ada buaya, maen kelereng, karet dan Barbie. Indahnya hidup kita dulu yak. Pulang sekolah nyari biji karet pulang itu langsung dimarahin emak, karena baju penuh getah karet.
Miris bukan didikan seperti itu, memanjakan anak tidak harus dengan gadget bukan, cobalah untuk ajak anak bermain di luar rumah atau ketika hari minggu mengajak ke tempat rekreasi dan itu akan menambah pengetahuan si kecil, karena kita sudah menstimulus dengan kegiatan yang postif dan bermanfaat.
Memang benar zamanku dan zamanmu berbeda, maka sebagai calon ibu yang hidup di zaman now ini salah satu cara mendidik anak adalah menjadi orang tua harus melek melihat perkembangan tekhnologi sekarang, agar bisa mengawasai control anak kita yang akan menjadi generasi berguna bagi bangsa. Jika anak sudah kecanduan game, maka kalau anak kita jago apa salahnya mengkursuskan anak kita supaya menjadi pro gamers. Atau kalau mereka tertarik di dunia otak-atik barang siapa tahu anak kita bisa membuat robot. Maka dari itu, sebagai orang tua yang baik akan mendukung bakat si anak apapun itu. Setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kurangnya dibuang lebihnya kita ambil.
Dan untuk para orang tua jangan malas untuk berliterat dalam media. Karena kita akan menjadi perisai untuk anak kita atas gempurnya tekhnologi sekarang. Salah satunya, fenomena dimana ada seorang istri yang sibuk ngartis karena curhatannya yang dinilai menghibur padahal yang diceritakan adalah aib suaminya sendiri. Semoga kita semua terhindar dari sifat buruk itu. Penulis rasa kalian paham bahwa istri adalah pakaian dari suaminya. Allah akan melaknat istri jika mengumbar aib suaminya.
Maka didiklah anak kita dengan baik sesuai dan kasih sayang. Jangan biarkan anak kita kelak terjerumus hal-hal negatif dan mempunyai adab yang buruk bagi orang tuanya. Yang pasti, ajarkan anak kita adab terlebih dahulu. Jika mereka bagus dalam adab, maka ilmu mereka pun bagus. Tapi kalau adab mereka buruk, sungguh ilmu akan menjadi hal yang disiakan. (***).

Related posts