DICARI! Pemasok Timah Kadar Rendah di Kasus PT Timah

  • Whatsapp

Diduga Kolektor Timah Bangka Barat

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang tengah mendera oknum karyawan PT Timah, Tbk dalam kasus pembelian ratusan ton pasir timah kadar rendah tahun 2017 hingga 2019.

Sudah belasan orang, baik itu karyawan PT Timah maupun pihak eksternal diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel).

Baca Lainnya

Bahkan baru-baru ini seorang direktur perusahaan swasta yang memasok pasir timah kadar rendah berikut dengan pemodalnya, juga telah diperiksa penyidik.

Dari keterangan sumber di dalam Kejati Babel, gudang tempat penyimpanan pasir timah milik pengusaha pemasok timah itu pun telah didatangi tim penyidik Asspidsus Kejati Babel untuk digeledah.

“Pengusaha itu kolektor timah asal Kabupaten Bangka Barat. Dia sudah diperiksa dan direkturnya juga diperiksa. Gudangnya juga telah digeledah. Kawan-kawan wartawan pasti tau lah siapa orangnya,” ungkap sumber itu.

Menurut dia, direktur perusahaan berbentuk CV tersebut sebenarnya hanya menjadi boneka saja dalam jual beli pasir timah milik pemodal. Karena sesungguhnya direktur itu berprofesi sebagai seorang sopir. Tetapi oleh pemodal dipinjam namanya untuk menjadi direktur.

Sedangkan yang mengatur, membeli timah atau pun menjual timah ke PT Timah adalah pemodal ini langsung. Sehingga diduga, dalam penjualan timah berkadar rendah ke gudang PT Timah Wilayah Produksi (WP) I Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah memang terjadi kerjasama antara pemodal tersebut dengan orang dalam PT Timah.

“Direktur yang sopir itu tentu tidak tau, saat diperiksa juga banyak tidak tau dia karena yang mengendalikan perusahaan langsung kolektor pemodal ini bosnya,” tukas sumber lagi.

Hanya saja diakui, hingga sekarang baik direktur CV itu berikut kolektor pemodal yang memasok pasir timah kadar rendah kepada PT Timah, masih berstatus saksi. Demikian juga beberapa karyawan PT Timah yang diperiksa, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dilansir media, penyidik Pidsus pada Selasa (31/3/2020) telah melakukan pemeriksaan terjadap 3 orang karyawan PT Timah yang merupakan perusahaan grup holding PT Inalum ini.

Kasus dugaan kongkalikong pembelian pasir timah ini bergulir sejak Februari 2020 dan penyidik masih belum meningkatkan perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Diduga kuat ada tiga orang karyawan PT Timah yang berperan besar dalam dugaan korupsi yang merugikan negara puluhan miliar rupiah ini. Bukan ditataran direksi, namun karyawan ditingkat bawah yang biasa berhubungan dengan kolektor pemasok timah.

“Inisial G, A dan D juga telah diperiksa.
Mereka dulu bertugas di gudang PT Timah Wilayah Produksi I Tanjung Gunung,” tandas sumber.

Sayangkan, Kasi Penkum Kejati Babel saat diupayakan konfirmasi oleh wartawan terhadap berita ini tadi malam, belum memberikan jawaban. Meski ponselnya telah dihubungi. (red/1)

Related posts