Dibantah, Gubernur Sudah Punya Calon Sekda

  • Whatsapp

Sahirman Tepis Seleksi Cuma Formalitas
Yulizar Dilantik, Setelah 21 Hari Menjabat

PANGKALPINANG – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BKPSDM Babel), Sahirman Jumli membantah, jika Gubernur Babel Erzaldi Rosman sudah memiliki calon yang akan menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Babel. Ia juga menepis bahwa seleksi terbuka ini sebagai formalitas belaka.

“Memang aturannya demikian, harus melalui seleksi terbuka dan disampaikan kepada semua pejabat yang sudah memenuhi syarat golongan IV/D, tidak dihalangi untuk ikut mendaftar,” kata Sahirman kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

Sahirman menyebutkan, hingga kemarin sudah tiga nama yang mendaftar sebagai calon sekda. Yakni Ferry Insani mantan Sekda Bangka yang kini menjabat Kepala Bappppeda Babel, lalu Yanuar Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Pemprov Babel dan dirinya sendiri.

Disinggung dari tiga nama ini, sudah diketahui banyak pihak bahwa Gubernur Babel akan memilih siapa, Sahirman menyebut proses seleksi akan diberlakukan, dan mendapatkan persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Saya mendaftar karena memang syaratnya memenuhi, bukan hanya untuk sekedar melengkapi,” tegasnya.

Pendaftaran Sekda Babel itu ditutup hari ini, Jumat (12/7/2019) pukul 16.00 Wib, dan dimungkinkan masih ada pejabat yang mendaftar untuk mengisi jabatan tersebut.

“Besok (hari ini-red) pendaftaran masih dibuka, kita tunggu saja lah, bisa saja masih ada yang mau mendaftar. Kita tunggu selama jam kerja,” tukasnya.

Yulizar Baru Dilantik

Sementara itu, setelah 21 hari ditunjuk menjadi pejabat sementara mengisi kekosongan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), Yulizar Adnan ternyata baru dilantik oleh Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah menjadi Penjabat Sekda, pada Kamis kemarin (11/7/2019) di ruang kerja Wagub Babel. Pelantikan itu disaksikan Kepala BKPSDM, Assisten II Setda Pemprov Babel, dan pejabat eselon II lainnya.

Wagub menegaskan, pelantikan itu terlambat dikarenakan Pemprov Babel masih harus menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Dalam melakukan proses menunjuk seseorang dalam jabatan harus dikoordinasikan dan mendapat persetujuan Mendagri,” katanya usai melantik Yulizar.

Jika tidak menunggu persetujuan Kemendagri, menurut Fatah bisa saja langsung dilantik, namun pasti akan memberikan dampak hukum tidak sah.

“Oleh karena itu ketergantungan dengan pejabat memiliki kewenangan makanya kita menunggu penjabat sekda, baru kemudian dilaksanakan (pelantikan). Memang terjadi keterlambatan,” akunya.

Dia meminta penjabat sekda untuk langsung bekerja menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, dalam hal penandatanganan berkas dan lainnya.

Wagub percaya, bahwa Yulizar Adnan mampu mengemban amanah ini. Apalagi diketahui, sebelum menjabat sebagai Assisten Pemerintahan dan Kesra, Yulizar juga pernah duduk di OPD DPPKAD (Bakuda).

“Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Tugas dan fungsi yang sudah mendesak berkaitan dengan pemerintah daerah, berbagai peraturan daerah yang harus diselesaikan, APBD perubahan dan KUA PPAS dan lainnya, kesemuanya menguras energi kita dan membutuhkan kerjasama. Kuncinya ada di tangan sekda, selalu ketua TAPD,” pesannya.

Tak hanya itu, wagub mengamanatkan agar dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Korpri tingkat nasional, Babel dapat meningkatkan prestasi.

“Semuanya kalau tidak dikordinasikan dengan baik akan ada hambatan dan tantangan. Apa yang kemarin tertunda, alur kegiatan administrasi belum ditangani secara langsung, maka lakukan, selesaikan, sehingga bersih mejanya dan tak menghambat kinerja berkaitan dengan keuangan,” tegasnya. (nov/1)

Related posts