by

Dibangun Tanpa Izin, Pabrik Es PT IKA Ilegal

-NEWS-407 views

Belum Pernah Sosialisasi ke Warga

TUKAKSADAI – Bangunan pabrik es diduga tanpa mengantongi izin, ditemukan di Desa Pasir Putih Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan.
Hal ini seperti diutarakan salah seorang warga Desa Pasir Putih, Sukri. Ia menyebutkan bangunan yang berdiri tepat di perempatan Desa Pasir Putih menuju Pelabuhan Sadai tersebut belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).
“Kalau ada izin pasti ada papan plangnya tertulis IMB tapi saya lihat tidak ada, dan setau saya selain IMB izin lainnya juga tidak ada,” beber Sukri kepada wartawan Kamis (21/3/2019).
Menurutnya, bangunan tersebut adalah pabrik es milik PT IKA. Rencananya pabrik itu akan memproduksi balok es sebanyak 10 ton/hari. Namun, hingga saat ini pihak pemerintah desa setempat tidak mengetahui banyak akan pembangunan pabrik itu, lantaran belum pernah disosialisasikan kepada masyarakat Desa Pasir Putih.
“Setau saya belum pernah disosialisasikan kepada masyarakat. sempat saya tanya kepada orang disitu yang ngaku mandor kalau bangunan itu adalah pabrik es milik PT. IKA,” ungkap Sukri.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Satu Pintu Dinas Penanaman Modal Pelayan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangka Selatan, Faisal Oriwyka membenarkan bahwa, bangunan tersebut belum memiliki izin mendirikan bangunan.
“Belum (IMB–red),” kata Faisal Oriwyka ketika dikonfirmasi.
Bidang perizinan juga menurutnya sama sekali belum menerima berkas pengajuan penerbitan IMB. Sehingga dapat dipastikan bahwa, bangunan tersebut adalah ilegal, dan belum mengantongi legalitas sebagaimana aturan yang berlaku.
“Nggak boleh (membangun), semestinya harus menyelesaikan proses kelengkapan administrasinya dulu baru membangun, harus adanya IMBnya dulu. Mudah-mudahan pihak tersebut secepatnya menyelesaikan proses administrasinya agar tidak timbul masalah dikemudian hari, dan kita dukung mereka berinvestasi di Bangka Selatan,” tukasnya.
Sementara itu, dalam pantauan di lapangan, bangunan yang sedang dibangun ditutupi seng sehingga tidak begitu nampak sedang ada pembangunan. Namun tampak beberapa pekerja sedang melakukan proses pembangunan. Selain tidak ada plang IMB, papan nama perusahaan juga tidak terpampang di lokasi pembangunan.
Disamping tidak mengantongi izin, pembangunan pabrik es di Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Bangka Selatan, juga dikeluhkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat. Pasalnya, pihak perusahaan enggan bermitra dengan BUMDES milik desa setempat. Direktur BUMDES Desa Pasir Putih, Sukri mengaku sangat senang adanya perusahaan yang berinvestasi di desa setempat. Sayangnya ia sedikit menyesalkan pihak perusahaan menolak bekerja sama dengan BUMDES.
Padahal, BUMDES yang ia pimpin saat ini sedang berusaha menambah kegiatan usaha selain menjalani usaha bidang percetakan batu bata yang sudah berjalan. Dan peluang percetakan batu bata itu juga telah ditawarkan pihaknya kepada pihak perusahaan, namun ditolak.

BANGUN TANPA IZIN – Pembangunan pabrik es yang tengah dilakukan PT IKA di Desa Pasir Putih Kabupaten Bangka Selatan ini ilegal setelah diketahui tak memiliki IMB dan izin lainnya. Bangunan ditutupi seng sehingga tidak begitu nampak sedang ada pembangunan. Selain tidak ada plang IMB, papan nama perusahaan juga tidak terpampang di lokasi. (Foto: Dedi Irawan)

“Kami sangat menyambut positif hadirnya pabrik es tersebut, cuma kami menyayangkan mereka tidak mau bersinergi dengan BUMDES. Saat kami tawarkan untuk membeli batako yang diproduksi dari BUMDES mereka justru memilih membeli batako dari luar,” kesal Sukri, Kamis (21/3/2019).
Padahal lanjut Sukri, batako yang diproduksi BUMDES setempat lebih besar dan berkualitas sama. Bahkan lebih baik dari batu bata yang digunakan pihak perusahaan.
Dikatakannya, investor semestinya membuka peluang bagi desa terutama melalui Bumdes dalam mengembangkan usaha milik desa agar terjalin sinergi yang saling menguntungkan antar pihak perusahaan dengan desa setempat.
“Kalau seperti ini kan percuma ada investor yang masuk ke desa kita tetapi tidak memberikan manfaat bagi desa. Kami menawarkan untuk membeli batako melalui Batako Produksi Bumdes saja mereka tidak mau, apalagi yang lain-lainnya,” keluhnya.
Ia berharap, kedepan investor yang masuk ke Desa Pasir putih agar bisa bersinergi dan bermitra dengan pihak desa, terutama melalui Bumdes yang merupakan perusahaan desa yang bertujuan menghimpun pendapatan untuk desa sehingga bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Sayangnya, hingga berita ini dirampungkan tadi malam, wartawan harian ini belum berhasil mengkonfirmasi persoalan ini kepada manajemen PT IKA. (raw/6)

Comment

BERITA TERBARU