Diambil Alih Polda Babel, Tiga Perkara Sijuk Batal diSP3

  • Whatsapp
Tambang liar yang masih beroperasi di seputaran Babel yang berujung terjadinya kasus Sijuk. (foto dok)

PANGKALPINANG – Tiga laporan polisi perkara dugaan tindak pidana penganiayaan, pembakaran ponton TI dan penyerangan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Wagub) Abdul Fatah hingga saat ini, penanganan perkaranya masih tetap berjalan.
Demikian diungkapkan oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Wakapolda Babel), Kombes Pol Slamet Hadi Supraptoyo kepada sejumlah awak media, usai Gelar Perkara Penanganan Tindak Pidana Pengerusakan yang terjadi di Sijuk Kabupaten Belitung, bertempat diruang Aula Dit Lantas Polda Babel, Senin (13/1/2020).
“Semuanya masih jalan. Inikan kewajiban kita sebagai pimpinan tingkat Polda, kita akan mengecek persoalan-persoalan yang diambil oleh penyidik, itu saja,” tutur Wakapolda Babel.
Slamet mengungkapkan, tiga perkara yang dilaporkan tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.
“Kan masih penyelidikan. Saya kan masih melihat sejauh mana penyelidikan mereka, itukan kewajiban kita untuk mengecek sejauh mana kendalanya ada atau tidak,” ungkapnya.
Ia tetap mengklaim bahwa kasus tersebut masih terus prosesnya tetap jalan.
“Oh jalan, gak ada namanya kita macam-macam. Kita kan dari awal sudah begitu,” ujarnya.
Dia menambahkan, penanganan tiga perkara Sijuk masih tetap sama seperti pernah dipaparkan di DPRD Babel.
“Ikut gak dari awal di dewan. Ya sudah seperti begitu, sama dan gak ada perubahan,” tukas Slamet HS.
Dilansir, kisruh penertiban tambang ilegal yang dilakukan Satpol PP Provinsi Bangka Belitung (Babel) dan para penambang di Sungai Sengkelik kawasan Hutan Lindung (HL) Geosite Tanjung Siantu, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, hingga saat ini penanganannya masih di jalur yang benar.
Hal itu dibeberkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, Kombes Pol Indra Krismayadi di hadapan Kapolda, Irwasda dan awak media dalam konferensi pers akhir tahun di Gazebo Polda Babel, beberapa waktu lalu.
“Untuk masalah Sijuk, itu semua masih On The Track, masih dalam jalur. Di sini ada Pak Dirkrimun juga,” ungkap Dirreskrimsus.
Kepolisian, kata Kombes Pol Indra Krismayadi, masih terus memproses tiga laporan polisi (LP) yang diduga adanya tindak pidana pembakaran, pengrusakan mobil dinas Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah beserta rombongan dan perkara penganiayaan.
“Di sana (Sijuk-red), ada tiga perkara, yang pertama pembakaran ponton, kedua pengrusakan dan penganiayaan,” tukasnya.
Sementara itu, Kapolda Babel, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat membenarkan bahwa kasus di Sijuk telah menempuh upaya mediasi atau perdamaian. Namun damai itu masih dipertimbangkan polisi.
“Memang ada upaya-upaya mengenai penanganan kasus Sijuk ini untuk upaya perdamaian, tapi upaya itu masih dalam proses pertimbangan. Sampai sekarang masih belum tuntas,” tukas kapolda.
Malah sebaliknya, penertiban tambang ilegal yang dilakukan Satpol PP Provinsi Bangka Belitung (Babel) dan penambang sempat berakhir di meja mediasi beberapa waktu lalu. Kedua belah pihak masing-masing telah mencabut laporannya di kepolisian.
Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiono kepada sejumlah wartawan, usai Rakor Lintas Sektoral Bidang Operasional dalam rangka persiapan Operasi Lilin Menumbing 2019 di Gedung Tribrata Mapolda Babel, Rabu (18/12/2019) membenarkan ada pencabutan laporan itu.
“Kemarin, sudah ada mediasi di kantor bupati, jadi mereka mencabut laporannya. Bupati memfasilitasi antara kedua belah pihak dan mereka sepakat untuk mencabut laporan masing-masing,” tutur Ari Mujiono.
Ia tak menampik bahwa penanganan perkara dugaan penganiayaan dan pengrusakan kendaraan dinas rombongan Wakil Gubernur Bangka Belitung (Wagub Babel) Abdul Fatah dan Satpol PP oleh kelompok penambang timah ilegal, tak menutup kemungkinan akan dihentikan alias SP3. “Ya (Dihentikan-red), laporannya kan dicabut. Kedua belah pihak sudah sepakat,” ungkapnya.
Diakui Kapolres, kedua belah pihak Pol PP Prov. Babel dan penambang telah sepakat untuk mencabut laporan. Sedangkan kegiatan tambang timah ilegal yang sebelumnya beroperasi di kawasan hutan lindung itu, perwira melati dua ini memastikan sudah tidak ada lagi. “Sudah bersih, kemarin kita cek lagi sudah tidak ada,” katanya.
Kendati demikian, dia menegaskan jika penambang masih nekad menambang di kawasan hutan ini akan ditangkap. “Ya ditangkap namanya juga ilegal kok. Memang di daerah ini kawasan hutan lindung yang di pinggir pantai, kan gak boleh,” tandas Kapolres.
Dalam berita sebelumnya, aksi brutal sejumlah oknum penambang terjadi saat penertiban tambang ilegal yang dilakukan Satpol PP Provinsi Bangka Belitung (Babel) di kawasan Geosite Tanjung Siantu, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung , Sabtu (2/11/2019) siang.
Massa tidak hanya merusak mobil dinas milik Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah yang turut hadir saat penertiban juga beberapa unit mobil pengendalian massa (dalmas) dan kendaraan lain yang ada di lokasi.
Tidak hanya itu, sejumlah anggota Satpol PP diketahui mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat kejadian tersebut. Beruntung, Wagub Babel Abdul Fatah yang turut serta dalam penertiban tersebut selamat tanpa mengalami luka. (bis/6)

Related posts