Diam-diam, Anggota Dewan Kembalikan Uang SPPD

No comment 530 views

 

Fuady

*Tiga PNS Setwan Ikut Mengembalikan
*Kasus Mantan Bendahara PU Naik Penyidikan

TOBOALI – Sebanyak 10 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Selatan (DPRD Basel) dan 3 PNS yang bertugas di Sekretariat DPRD, diam-diam ternyata telah mengembalikan dana perjalanan dinas dalam Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), ke kas negara.
Para anggota dewan dan tiga PNS itu mengembalikan uang dari hasil pencairan dana perjalanan dinas yang diduga fiktif tersebut, setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bangka Belitung menemukan kelebihan bayar atas temuan NHP beberapa waktu lalu.
Jajaran Kejaksaan Negeri Bangka Selatan (Kajari Basel) sempat menyoroti dugaan korupsi SPPD fiktif ini. Sebab, para anggota dewan itu berikut PNS-nya diduga telah mengambil dana perjalanan dinas, namun tidak melaksanakan kegiatannya.
Kepala Kejari (Kajari) Basel Pramono Mulyo melalui Kasi Intel M Fuady kepada wartawan Rabu (11/10/2017) mengaku, pengembalian dana itu berdasarkan hasil koordinasi pihaknya ke DRPD Basel. Dan pada bulan Agustus lalu, dana yang diambil para anggota dewan sekitar Rp100 juta dikembalikan ke kas daerah.
“Kita sudah koordinasi dengan Sekretariat DPRD Basel, temuan BPK kelebihan bayar itu telah dikembalikan sebelum September kemarin, ada sekitar Rp 100 juta,” kata Fuady.
Sebelumnya, Kajari Basel telah menerbitkan Surat Perintah Pengumpulan Data, serta Bahan Keterangan (Sprint Puldata/Pulbaket) terkait temuan Naskah Hasil Pemeriksaan (NHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bangka Belitung tentang kelebihan pembayaran dana SPPD kepada 13 anggota DPRD Basel.
Meski menerbitkan Sprint, Kejaksaan Negeri Bangka Selatan tetap berkoordinasi dengan Inspektorat Pemerintah Kabupaten Basel dan BPK RI, karena berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2016, diberikan waktu 60 hari untuk melakukan pengembalian dana sesuai dengan temuan NHP.
Jika batas waktu yang diberikan telah lewat dan belum ada pengembalian, maka Kejari Basel langsung bisa melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi penyalahgunaan uang negara tersebut.

Sidik Kasus AL
Sementara itu, kasus dugaan korupsi yang menyeret AL mantan bendahara Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Bangka Selatan, mulai disidik pihak Kejari Basel. Bahkan Kejari telah meningkatkan pemeriksaan kasus tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan atas dugaan penggunaan anggaran dinas untuk kepentingan pribadi.
Terlebih, AL diduga telah melakukan tindakan korupsi sejak tahun 2016, dan diperkirakan sebanyak Rp500 juta lebih dana bendahara Dinas PU digunakannya untuk kebutuhan pribadi.
“Kalau secara kasar hitungan kita sekitar diatas Rp500 juta lebih uang tersebut digunakan pribadi mantan bendahara itu. kita juga sedang menyiapkan penuntutan dan menunggu BPK untuk hasil audit perhitungan kepastianya. Kasusnya ini dugaan menggunakan uang pajak dari proyek yang tidak disetorkan dan ada dana lain GU atau dana kas yang juga digunakan pribadi,” jelasnya.
Kasi Intelejen Kejari Basel, Fuady mengatakan bahwa penyelidikan terhadap kasus mantan bendahara PU ini telah mereka lakukan sejak awal tahun 2017.
“Awal tahun 2017 kita menyelidikinya, kami melihatnya mulai tahun lalu, berawal ada masalah uang TTP pegawai yang ia gunakan, namun ia kembalikan. Setelah itu yang kedua ia menggunakan kembali dana pajak dari proyek, yang tidak ia setor, dan masalah keuangan dinas yang ia gunakan,” jelas Fuady kepada wartawan, kemarin.
Ia memaparkan, Kejari saat ini masih menunggu hasil audit BPK RI Perwakilan Babel untuk menentukan kerugian negara akibat perbuatan yang dilakukan mantan bendahara dinas PU tersebut.
“Kita masih menunggu hasil itu, kita juga tidak mau menunggu lama lama kalau sudah lengkap semua. Kita ketahui berapa nilai kerugikan dari BPK, baru kita tingkatkan lagi statusnya,” ujar dia.
Fuady menegaskan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki satu kasus dugaan korupsi lainnya selain mantan bendahara itu. Yakni dugaan penyelewengan dana desa oleh bendahara desa tahun 2016. (raw/1)

No Response

Leave a reply "Diam-diam, Anggota Dewan Kembalikan Uang SPPD"