Diakui Wagub, Penerapan Teknologi Bukan Hal Mudah

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah mencoba mesin pengolah lahan pertanian, saat melihat langsung lahan pertanian Danau Meranteh, Desa Selingsing, Kecamatan Gantung, Beltim, Jumat (3/5/2019). (foto: istimewa).

Wagub Lihat Lahan Pertanian Danau Meranteh

GANTUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Kabupaten Belitung Timur (Beltim), saat ini, tengah fokus meningkatkan hasil pertanian khususnya tanaman padi. Salah satu upayanya dengan pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi.

Lahan-lahan pertanian yang selama ini belum dikelola dengan baik, didorong untuk dilakukan upaya diversifikasi. Salah satu lokasi pertanian yang diujicoba adalah kawasan persawahan Danau Meranteh, Desa Selinsing.

Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Babel Abdul Fatah, Jum’at (3/5/2019), melihat langsung lahan pertanian Danau Meranteh, Desa Selingsing, Kecamatan Gantung, Beltim. Dan pada kesempatan itu, Ia menyatakan dukungannya mengelola lahan tersebut.

“Kalau kita melakukan suatu kegiatan atau program yang berkaitan dengan ketahanan pangan tetapi sifatnya sporadis maka kita tidak bisa berharap banyak dengan model seperti itu. Oleh karena itu, polanya kita coba rubah dengan kolaborasi dan korporasi, menghadirkan bapak angkat untuk memberikan kemudahan kepada petani,” ujar Wagub.

Menurut Wagub, sektor pertanian memang mengalami kemajuan teknologi yang cukup pesat. Dengan penerapan teknologi tepat guna, petani lebih menghemat waktu, tenaga dan mampu meningkatkan hasil pertanian.

“Kalau dulu bertani hanya mengandalkan cangkul, maka berapa lama waktu yang digunakan untuk menggarap tanah. Oleh karena itu kita mudahkan dengan peralatan tepat guna yang berbasis mesin. Pastinya tingkat kecepatan dan kemudahan jauh lebih tinggi dibandingkan manual,” sebut Wagub.

Diakui Wagub, penerapan teknologi bukan hal mudah. Pemerintah selalu mengawali dengan program bertahap dan dilakukan evaluasi. “Di dalam memberikan percontohan kepada masyarakat memang kita memberikan program secara bertahap seperti pada saat ini di Danau Meranteh. Kita coba kembangkan dulu seluas 50 hektar,” sebut dia.

“Kalau dilihat hasilnya sesuai ekspektasi, maka kita akan kembangkan sebanyak 500 hektar di tahun depan (2020). Sampai akhirnya seluruh lahan yang tersedia di Danau Meranteh ini akan terjangkau oleh program seperti ini,” sambung Wagub.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Beltim Trijaka Priono menargetkan intensifikasi tanaman padi dengan melibatkan korporasi akan meningkatkan kemampuan ketahanan pangan Kabupaten Beltim.

“Untuk target pangan sebelumnya baru sekitar 25 persen ketersediaan beras kita. Dalam setahun atau dua tahun kedepan, sekitar 50 persen mungkin dapat tercapai,” kata Trijaka.

“Paling tidak dengan kehadiran perusahaan, dan suport kita, mudah-mudahan kita berhasil dengan memulai bersama-sama. Minimal menjadi lumbung padi di Beltim dan Babel di masa datang,” tandasnya.(rell/hms/3).

Related posts