by

Di Beltim, Angka Kematian Ibu dan Anak Tinggi

-NEWS-62 views

Manggar – Tingginya kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), mendapat perhatian khusus dari Bupati Beltim, Yuslih Ihza. Bupati meminta bidan sebagai pengawal kesehatan terdepan harus berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan dan kepedulian kesehatan ibu hamil dan bersalin.
Data di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim mencatat tahun 2018 lalu setidaknya ada 4 kasus kematian ibu dan 21 kasus kematian bayi dan balita. Sedangkan di awal tahun 2019, sudah 6 kasus kematian ibu, 5 ibu bersalin dan satu ibu dalam masa nifas.
“Tingginya angka tersebut merupakan permasalahan penting dan harus segera mendapat penanganan serius. Salah satu upaya menurunkan angka kematian ibu adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan bersalin,” kata Yuslih saat membuka Seminar Ilmiah Ikatan Bidan Indonesia IBI, di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Sabtu (13/4/19).
Dia meminta agar bidan di Kabupaten Beltim dapat aktif melakukan kunjungan rutin dan teratur serta mengawasi perkembangan kehamilan. Hal ini dilakukan guna mendeteksi riwayat penyakit secara umum yang terjadi selama masa kehamilan.
“Karena jika ditangani sejak dini, secara cepat dan tepat, maka kecil resiko kesakitan dan kematian bagi ibu hamil. Angka kematian ibu dan bayi pun dapat ditekan,” ujar Yuslih.
Rasa prihatin atas tingginya kasus kematian ibu dan bayi juga diungkapkan oleh Ketua IBI Kabupaten Beltim, Linda. IBI sebagai wadah Bidan sudah berupaya mencari benang merah dan mencarikan solusi bagaimana cara mengatasi agar kasus tidak bertambah.
“Sebenarnya bentuk kegiatan preventif, kuratif dan rehabilitatif sudah banyak dilakukan oleh bidan dan tenaga kesehatan lainnya melalui Pelayanan Antenatal Care dan kelas ibu hamil dan ibu balita yang diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus-kasus kematian ini,” kata Linda.
Linda menekankan bidan tidak bisa hanya bekerja sendiri. Profesi kesehatan dan organisasi kewanitaan lainnya diharapkan sama-sama berbuat untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu.
“Pembinaan dan pengawasan ibu hamil tidak hanya dilakukan oleh Bidan tetapi juga keterlibatan keluarga dan masyarakat. Saya berharap kepada semua organisasi, lembaga dan pemerintah daerah serta masyarakat untuk sama-sama meningkatkan rasa kepedulian kepada ibu, selama proses kehamilan, persalinan, dan nifas,” harap Linda.
Menurutnya keberadaan bidan yang berjumlah 147 orang di Kabupaten Beltim sudah mencukupi, hingga sampai ke pelosok desa. Hanya saja perlu adanya peningkatan dan pengawasan dari Dinas Kesehatan.
“Yang harus dilakukan adalah monitoring dan evaluasi, sejauh mana perkembangan keilmuan yang perlu ditingkatkan secara profesional sehingga penafisan resiko ibu hamil dalam masa kehamilan dan nifas. Begitu juga penanganan persalinan yang melibatkan puskesmas dan RSUD agar kualitasnya dapat ditingkatkan,” ujar Linda. (yan/kmf/1)

Comment

BERITA TERBARU