Dewan Sorot Lambannya Pencairan BST, Sebut Masyarakat dengan Pemdes Ricuh

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Belum cairnya pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST) 1 Desa 50 Kepala Keluarga (KK) yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) turut disesalkan anggota DPRD Babel, Bong Ming Ming.
Pasalnya, lama digaungkan oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman sejak merebaknya pandemi Covid-19 (Corona Virus) di Babel hingga Juli ini belum ada kejelasan sama sekali. Bahkan diketahui, program bantuan bagi masyarakat yang terdampak pandemi ini telah menjadi ricuh di tengah masyarakat.
“Ya, terjadi bentrok antara masyarakat dengan aparatur pemerintah desa,” kata Ming Ming, selasa (7/7/2020). Hal itu pun diakui Ming Ming khususnya di desa di dapilnya di Kabupaten Bangka Barat (Babar), yang diutarakan langsung oleh para kepala desa yang telah menemuinya.
“Ada banyak kades yang temui saya, dari Kades Simpang Nyul, Plangas, Pundi, Bukit Terak, Air Berduyun, Belo Laut, Pangel dan Pradong. Ada juga dari BPD-nya, seperti BPD Simpang Teritip, Bukit Nyato dan Ibul. Jadi banyak yang nanya soal itu,” sebutnya.
Akibat lambatnya pencairan BST sementara data sudah disampaikan pihak aparatur desa, kata Ming Ming, ini menjadi rusuh. Pihak desa selalu dikejar-kejar oleh masyarakat tentang kejelasan program tersebut.
“Bahkan ada kades dirusuh, demo dan lain sebagainya. Hari ini pun terjadi demo di salah satu desa tersebut berkenaan dengan BST ini, karena memang sudah ditunggu masyarakat,” ungkapnya
Oleh karena itu, ia berharap secepatnya Pemprov Babel dapat menunaikan apa yang sudah dijanjikan ke masyarakat sehingga tak menimbulkan kecurigaan masyaralat kepada aparatur desa yang sudah bekerja dengan baik.
“Harapan kalau memang dananya sudah ada dan sudah bisa dicairkan, kita minta ini dapat direalisasikan secepatanya atau bila perlu upayakan sebelum Hari Raya Idul Adha,” pungkasnya. (ron/6)

Related posts