Dewan Pendidikan Tak Yakin Mutu Pendidikan Meningkat

  • Whatsapp

Masih Ada Sekolah Menginduk
UN Lancar, PLN Diapresiasi

SUNGAILIAT – Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bangka, Rusli tidak yakin mutu pendidikan meningkat khususnya tingkat SMP yang baru saja melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Selasa, Rabu, Kamis (2-4/5/2017) dan dilanjutkan Senin (8/5/2017) kemarin.

Read More

Pasalnya, berdasarkan hasil monitoring UN ke sekolah-sekolah, kata Rusli, ada sebagian sekolah yang pelaksanaan UNBK masih menginduk ke sekolah lain. Seperti SMP Harapan dan SMPN 5 Sungailiat yang pelaksanaan menginduk ke SMKN 1 Sungailiat.

Rusli menilai, pelaksanaan UNBK terkesan dipaksakan sehingga hal ini akan berimbas kepada peningkatan mutu pendidikan dari tahun sebelumnya.

“Kalau melihat kondisi, tidak yakin mutu pendidikan lebih baik dari tahun sebelumnya karena ada sekolah yang masih menginduk. Sehingga guru atau kepala sekolah pasti wanti-wanti agar hati-hati minjam komputer sekolah lain jadi siswa tidak nyaman. Pikiran bukan fokus menjawab soal tapi hati-hati makai komputer minjam itu. Selain itu, UNBK ini hal baru, anak belum terbiasa dan anak pasti gugup,” kata Rusli, Senin.

Dari monitoring yang dilakukan, ditambahkan Rusli, ada sekolah yang beberapa minggu sebelum pelaksanaan UNBK, perangkat komputer penunjang UNBK baru datang. Menurutnya, jangan latah mengikuti perkembangan jika belum siap. Kalau latah namun perangkat sekolah serta siswa belum siap maka akan berimbas kepada mutu pendidikan.

“Jangan dipaksakan, kalau belum siap. Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) lebih bagus kelihatannya untuk peningkatakan mutu pendidikan. Saya optimis ketimbang UNBK. “Berapa tahun ini kita peringkat selalu turun. Biasanya dulu kita di peringkat dua atau satu se-Babel. Ini melorot terus,” imbuhnya.

Namun dalam kesempatan itu ia mengapresiasi komitmen dari PLN yang tidak melakukan pemadaman saat pelaksanaan UNBK sehingga UNBK berjalan lancar tidak terkendala mati listrik.

Sementara untuk sekolah yang melaksanakan UNKP, lebih lanjut Rusli menuturkan ada laporan dari kepala SMP di Riau Silip bahwa kualitas kertas jawaban dan kartu identitaspeserta UN kurang bagus sehingga mudah rusak. Kemudian untuk pelaksanaan UNKP, kata Rusli dimulai pada pukul 10.30 WIB, padahal tahun-tahun sebelumnya dimulai pagi.

“Berdasarkan informasi dari kepala sekolah, pelaksanaan siang karena ada kemungkinan soal sama dengan sekolah yang UNBK jadi agar tidak bocor jadi pelaksanaan siang. Sebagai antisipasi,” pungkasnya.(snt/10)

Related posts