Dewan Minta Koba Tin Inventarisasi Aset

  • Whatsapp

 

Pahlivi Syahrun – Anggota DPRD Bangka Tengah.

KOBA – Anggota legislator Kabupaten Bangka Tengah, Pahlivi Syahrun meminta kepada pihak PT Koba Tin untuk melakukan inventarisasi terhadap semua aset mereka yang sudah terjual.

“Setiap aset yang keluar dari arealnya dan dijual itu ada ketentuannya, tidak bisa sembarangan melepas dan menjual aset,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).

Dijelaskannya, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan pihak perusahaan dalam melakukan inventarisasi terhadap aset yang dijual supaya tercatat apa saja jenis yang dijual.

“Tidak bisa sembarangan, juga termasuk kewajiban pajaknya sudah dipenuhi atau belum karena terkait dengan penjualan aset negara,” ungkapnya.

Menurutnya, PT Koba Tin berstatus sebagai perusahaan penanaman modal asing atau PMA yang tentu saja ada ketentuan khusus untuk melepas aset.

“Memang perusahaan berstatus PMA diberikan keringan oleh negara terkait persoalan pajak, tetapi ada ketentuan yang harus ditaati saat pihak perusahaan menjual aset,” tuturnya.

Ia mengatakan, PT Koba Tin sejak berhenti beroperasi pada 2013 dibebankan beberapa kewajiban yang harus mereka selesaikan di antaranya adalah jaminan tutup tambang (Jamtub).

“Jaminan tutup tambang itu adalah kewajiban reklamasi dan kemudian kewajiban yang lainnya yaitu menyelesaikan semua hak karyawan dan mitra yang tertinggal,” tukasnya. (ran).

Related posts