Dewan Meradang Bupati Dinilai Lamban Terkait Pengunduran Diri Sekda Beltim

  • Whatsapp

Jafri: Sikap Pemda Kurang Jelas

MANGGAR- Pengunduran diri Evi Nardi sebagai Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung Timur, menuai komentar dari kalangan anggota DPRD Belitung Timur.
Dewan menilai Bupati Yuslih Ihza lamban dalam mengambil sikap terkait pengunduran diri Sekda. Ketua Komisi I DPRD Belitung Timur, Drs. Jafri meminta kepada Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, khususnya kepada Bupati Beltim agar pemerintah segera mengambil sikap.
” Bupati harus segera mengambil sikap tegas,” pinta Jafri.
Sebelumnya, Senin (11/9) kemarin Evi Nardi menyampaikan secara tidak segan-segan dihadapan awak media, bahwa dia telah melayangkan surat pengunduran diri. Surat pengunduran dirinya sebagai Plt Sekda Beltim sudah dilayangkannya ke Bupati Beltim Yuslih Ihza sejak Rabu 30 Agustus lalu.
Evi mengatakan jika pengunduran dirinya berkait dengan aturan perundang-undangan No. 23 tahun 2014, yang poinnya yaitu Pelaksana tugas Sekretaris Daerah tidak boleh melebihi 6 (enam) bulan tugas. Namun, hingga saat ini surat yang saat ini posisinya diatas meja Bupati Beltim tersebut belum direspon oleh Bupati. Sehingga Evi saat ini masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekda Beltim mengingat belum adanya disposisi dari surat pengunduran dirinya.
“Pelaksana tugas Sekretaris daerah itu enam bulan, makanya sebelum enam bulan saya tanggal 30 agustus saya mengajukan surat pengunduran diri, kepada Bupati Kabupaten Belitung Timur. Intinya pengunduran diri saya ini mengikuti aturannya, jangan sampai nanti gimana-gimana. Sampai dengan hari ini, surat pengunduran saya sudah ada dimeja pak bupati, belum didisposisikan pak bupati. Dan sampai hari ini saya tetap pelaksana tugas sambil menunggu dikeluarkannya surat perintah pelaksana tugas yang baru oleh Bupati,” Pungkas Evi yang juga merupakan Pejabat Sekwan di DPRD Beltim.
Politisi Partai Golkar itu merasa jengkel atas sikap lamban pemerintah Kabupaten Belitung Timur yang menurut Jafri belum menempatkan kepastian posisi pejabat Sekda Beltim. padahal Evi Nardi sudah melayanglan surat pengunduran diri sejak 30 Agustus lalu. Jafri menegaskan kepada pemerintah, jika jabatan Evi menyalahi aturan, lebih baik mundur.
Menurut Jafri, Bupati harus punya kejelasan, terkait status Evi Nardi.
“Statusnya masih Plt atau Plh Sekda,” tanya Jafri.
Bupati kata Jafri, harus sesegera mungkin mengambil sikap. “Kalau masih plt tidak menyalahi aturan silahkan. Tapi kalau menyalahi aturan mundur. Segera disikapi. Jangan sampai menyalahi aturan,” tandas Jafri, Selasa (12/9/2017). (yan/6)

Pos terkait