Dewan Inginkan TPA Parit 6 Dipindah

  • Whatsapp

Dianggap Dekat Perkantoran Gub

PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dapil (Daerah Pemilihan) kota Pangkalpinang Haryadi, memberikan respon positif adanya wacana pemindahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di lokasi yang baru. Pasalnya, TPA yang berada di Parit Enam dinilainya juga tidak layak lagi dan sangat dekat dengan perkantoran Gubernur Babel. Hal itu disampaikannya kepada wartawan ketika dikonfirmasi, Kamis (6/7/2017).
“Sangat setuju dengan rencana yang disampaikan Gubernur. Penilaian saya, harus ada gebrakan karena TPA di Parit Enam itu sudah Full. Itu wilayah perkantoran dan sudah tidak layak lagi,” kata Haryadi.
Dilanjutkannya, jika wacana pemindahan TPA tersebut menjadi enegeri baru terbarukan dan bisa menghasilkan listrik, tentu saja harus mendapat respon positif dari semua pihak. Kendati demikian, jika akan dipindahkan ke Jelutung ia menyarankan agar persoalan tersebut benar-benar direncanakan dengan matang dan harus berkoordinasi dengan Pemerintah kabupaten Bangka Tengah dan juga masyarakat sekitar. “Saya dapil Pangkalpinang setuju dengan rencana Gubernur. Namun yang perlu diingat, harus berkoordinasi dengan daerah tersebut, jangan sampai menjadi persoalan kemudian hari,” tukas anggota komisi II itu.
Senada dengan Haryadi, Alpin, salah satu masyarakat kelurahan Air Itam yang rumahnya tidak jauh dari komplek perkantoran Gubernur Babel juga menyetujui wacana tersebut. Alpin menyebutkan, wacana pemindahan TPA itu sebenarnya sudah lama diinginkan masyarakat Air Itam. Kendati demikian, karena proses birokrasi dan lainnya sehinggan wacana itu tidak dapat dilanjutkan. Ia pun mengakui, TPA Parit Enam sudah tidak layak lagi karena telah penuh. “Sudah tidak layak lagi dan sudah Full. Kami berharap, wacana itu bisa terealisasi,” harapnya.
Sebelumnya, permasalahan sampah di Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ternyata mendapat respon dari Erzaldi Rosman Djohan. Gubernur Babel ini sedang menyiapkan lahan untuk pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah baru di kawasan Jelutung, Bangka Tengah.
“Kita sedang persiapkan lahan di Jelutung sekitar 40 hektar, bukan TPA seperti yang ada saat ini, tetapi ini langsung dipergunakan untuk mendapatkan listrik energi baru terbarukan,” kata Erzaldi kepada wartawan, baru-baru ini.
Lanjut Erzaldi, sampah yang saat ini menumpuk di TPA Parit Enam akan dipindahkan dan dikelola hingga menghasilkan listrik dan rupiah. Bahkan ia mengaku sudah melirik investor yang akan mengelola sampah tersebut. “Saya sudah perintahkan PU (Pekerjaan Umum-red), tolong lahan sampah di ujung landasan jangan digunakan,” kata mantan Bupati Bangka Tengah ini bersemangat.
Pada lahan baru nantinya, kata dia, akan digunakan sampah dengan sistem pembakaran, dan menghasilkan listrik, listrik ini kemudian akan dijual kelada PLN dan PLN menurut Erzaldi wajib membelinya.
Ia meyakini, proyek ini akan rampung pada tahun 2018 mendatang, dan saat ini investor masih melakukan penjajakan lokasi, bilamana ada yang lebih baik maka akan dikerjakan, terutama Amdal dan DED nya. “Saya yakin akan terselesaikan 2018, tetapi sudah bisa dipindahkan, mereka lagi mencari, kalau ada kemungkinan daerah yang lain,” imbuhnya.
TPA lama, sambungnya, merupakan kewenangan Pemkot Pangkalpinang untuk mengelolanya dan terserah pemkot untuk memfungsikan lahannya.
Ia menilai, TPA yang ada saat ini memang sudah tidak layak, apalagi gunungan sampah yang saat ini ada sudah melebihi kapasitas dan tidak baik lagi bagi lingkungan.
“Memang harus dipindahkan, gak bisa disitu lagi, apalagi itu di dekat bandara, saya mau itu dipindahkan, kita lagi cari tempat yang memadai, mohon dukungannya,” pinta Erzaldi. (ron/nov/6)

Related posts