Deteksi Dini Penyakit Kronis via Mobile Skrining

  • Whatsapp

BPJS Luncurkan Fitur Mobile Skrining

PANGKALPINANG- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Bangka Belitung (Babel) meluncurkan fitur mobile skrining pada aplikasi BPJS Kesehatan mobile guna memberikan kemudahan layanan deteksi dini kondisi risiko kesehatan masyarakat. Peluncuran layanan mobile skrining ini dilaksanakan secara serentak se-Indonesia, Rabu (1/2/2017).

Kepala Kantor Wilayah BPJS Babel, Syaiful mengungkapkan dari hasil skrining manual peserta JKN-KIS tahun 2016 lalu, dideteksi dini paling banyak mengalami penyakit hipertensi sedang dan penyakit jantung koroner berisiko sedang sementara yang berisiko rendah cukup banyak di Babel.

Untuk penyakit diabetes militus berisiko rendah dideteksi diderita oleh 9111 jiwa, berisiko sedang 221 orang, dan berisiko tinggi 3 orang. Untuk hipertensi berisiko rendah 8.176 orang, sedang 1.155 orang, dan tinggi 4 orang.

Sedangkan untuk penyakit ginjal kronis berisiko rendah 9.142 orang, berisiko sedang diderita 190 orang dan tinggi 3 orang, sedangkan untuk penyakit jantung koroner berisiko rendah diderita 8.783 orang, berisiko sedang 537 dan berisiko tinggi 15 orang.

“Data manual ini diisi oleh peserta melalui form yang kita siapkan di Faskes Pelayanan Tingkat Pertama (FKPT), memang prosesnya lama, karena petugas yang mengecek melalui aplikasi, nah sekarang, BPJS meluncurkan mobile skirining yang bisa gunakan oleh peserta melalui ponsel, bisa cek dini kondisi kesehatannya,” ungkap Syaiful, dalam konfrensi pers launching BPJS mobile skrining, Rabu kemarin.

Fitur ini dapat diunduh di google play store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data yang dibutuhkan, setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu skrining riwayat kesehatan, dan mengisi 47 pertanyaan yang terdiri dari kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga, pola makan, apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab maka peserta akan memperoleh hasil pada saat itu juga.

Dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS kesehatan mobile yang praktis digunakan ini, diharapkan peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya.

“Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita kronis tersebut menurun. Efek jangka panjangnya adalah menurunnya pembiayaan keempat penyakit kronis tersebut sehingga program JKN-KIS dapat terus berjalan memberikan manfaat kepada peserta yang membutuhkan,” harapnya.

Ia menyebutkan, aplikasi ini hanya bisa diakses melalui ponsel android, kalau yang belum punya ponsel android, BPJS Kesehatan Babel menyediakan pojok skrining 1 unit komputer yang bisa diakses oleh masyarakat.

Selain menyiapkan pojok skrining, sambungnya, BPJS juga masih memberlakukan skrining manual yang disebar ke masyarakat baik ke FKPT maupun ke badan yang menjadi peserta BPJS yang jauh dari jangkauan.

“Untuk kelas menengah ke bawah, dan mengingat terbatasnya kondisi sinyal, kami masih memberlakukan yang manual, formulir kita antar ke faskes dimana peserta terdaftar, atau kami sampaikan, seperti di perkebunan tak ada sinyal, untuk mengantisipasi kita kirimkan bentuk manual,” jelasnya.

Syaiful menyebutkan, keakuratan deteksi dini ini hampir sama dengan diagnosa dokter, karena pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta diantaranya adalah pertanyaan yang umum dilontarkan dokter, dan juga ditanyakan riwayat penyakit yang pernah diderita maupun turunan.

“Misalnya minum berapa banyak, makan, kemudian pertanyaan lain yang mengarahkan ke suatu penyakit, deteksi dini ini untuk mengetahui secara dini penyakit peserta sehingga bisa dilakukan antisipasi dini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Babel, Mulyono Susanto menyebutkan pemerintah dalam hal ini Pemprov Babel mendukung sepenuhnya peluncuran mobile skrining oleh pihak BPJS Kesehatan.

“Kami sudah umumkan ke seluruh pegawai untuk mengunduh dan mengisi, ini sudah disosialisasi tim, untuk instansi di lingkungan pemprov diantaranya adalah dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas sosial, bakuda, dan disnakertrans sudah secara serentak,” ujarnya.

Pemerintah, sambungnya juga memiliki program unggulan yakni Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga, kegiatan ini sangat sinkron dan saling melengkapi dengan program BPJS ini.

“Tujuan akhir komitmen pemerintah agar masyarakat melakukan cek kesehatan secara teratuir, pola makan sayur dan buah, dan olahraga secara teratur, sejalan karena tujuan skrining ini lebih fokus pada pengendalian penyakit, yang memang penyebabnya 3 poin tadi, kalau tau kondisi kesehatan kita akan lebih waspada, tentunya menjaga pola makan dan olahraga dapat menghindari berbagai penyakit,” bebernya.

PT Timah Siapkan 1 Komputer

BUMN yang juga sudah menggunakan aplikasi ini adalah PT Timah, perusahaan tambang timah terbesar di Indonesia ini pun sudah mengimbau kepada seluruh karyawan untuk memanfaatkan aplikasi ini secara serentak dan perusahaan menyediakan 1 unit komputer untuk karyawan mengecek kondisi kesehatannya.

Kepala Divisi SDM PT Timah (Persero) Tbk, Hasudungan mengatakan, PT Timah memiliki karyawan sekitar 4800-an, dengan jumlah pensiunan 8 ribu lebih, belum termasuk keluarga dan dari deteksi ini kata dia, perusahaan bisa mengetahui kondisi kesehatan para pekerjanya.

“Pogram ini bagus sekali, peserta akan mengisi riwayat penyakitnya, dan ini pun akan bagus untuk data perusahaan, akan mengetahui penyakit apa yang dominan sehingga kami bisa mengelola dan menanggulangi pencegahan dini dan kami yakin produktivitas karyawan akan meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, hampir seluruh karyawan sudah memiliki ponsel jenis android, tetapi jika belum, PT Timah menyiapkan fasilitas untuk deteksi dini tersebut.

“Kita siapkan 1 unit komputer bagi karyawan yang belum memiliki handphone android,” pungkasnya. (nov/10)

Related posts